Kritis dan Solutif: Aisyah Siswi Kelas XII FL 1 Soroti Isu Perilaku Menyimpang dalam Debat Pemilos MAN 1 Bantul

BANTUL (MAN 1 Bantul) — Dinamika kritis dan keterbukaan gagasan mewarnai ajang Debat Calon Ketua dan Wakil Ketua OSIM MAN 1 Bantul Masa Bakti 2026/2027 yang diselenggarakan di ruang utama masjid madrasah pada Rabu (26/8/2026). Ajang pendidikan politik siswa ini menjadi sarana efektif bagi para peserta didik untuk menyampaikan pertanyaan serta evaluasi kritis secara langsung kepada para kandidat.​

Tampak di tengah kerumunan siswa yang duduk rapi menyimak jalannya debat, Aisyah, siswi kelas XII FL 1, berdiri tegap memegang mikrofon dengan penuh percaya diri. Mengenakan seragam hijau khas madrasah, Aisyah melontarkan pertanyaan tajam dan esensial yang ditujukan khusus kepada Pasangan Calon (Paslon) 03 terkait strategi serta langkah konkret OSIM dalam mengatasi dan mencegah potensi kelakuan menyimpang di kalangan siswa madrasah.​

Pertanyaan kritis yang disampaikan Aisyah tersebut disambut hangat oleh seluruh peserta debat dan juri panelis, serta menjadi momentum penting bagi Paslon 03 untuk memaparkan gagasan pencegahan, pembinaan karakter, dan pendekatan edukatif yang relevan di lingkungan siswa.​

Kepala MAN 1 Bantul, Mafrudah, S.Ag., M.Pd.I., memberikan apresiasi tinggi atas keberanian, kepedulian, dan daya kritis yang ditunjukkan oleh Aisyah selama sesi tanya jawab berlangsung. Beliau menegaskan bahwa keberanian menyuarakan isu-isu penting merupakan bagian dari pembentukan karakter pemimpin masa depan.​

“Pertanyaan kritis dari Aisyah kelas XII FL 1 dalam panggung debat ini merupakan penjelmaan nyata dari tagline madrasah kita, CADAS BERKELAS—Cerdas, Agamis, Demokratis, Adaptif, Smart; Berkarakter, Cinta Lingkungan, dan Anti Diskriminasi. Keberanian siswa dalam menyoroti isu kedisiplinan dan moralitas menunjukkan keunggulan berpikir yang cerdas, adaptif, dan smart,” ungkap Mafrudah.​

Lebih lanjut, Mafrudah menekankan pentingnya ruang dialog yang terbuka dan jujur dalam membangun iklim madrasah yang sehat.

​”Forum debat di dalam masjid yang bersih dan tenang ini membuktikan bahwa kita menerapkan budaya yang sangat demokratis dan anti diskriminasi, di mana setiap siswa—tanpa memandang jenjang kelas—memiliki hak yang sama untuk bersuara dan bertanya. Berlandaskan nilai agamis serta komitmen membentuk pribadi yang berkarakter, isu kelakuan menyimpang memang harus kita cegah bersama lewat sinergi OSIM dan madrasah. Kami bangga melihat dinamika diskusi yang hidup dan berbobot ini,” pungkasnya.​

Melalui keberanian dan kepedulian para siswanya, MAN 1 Bantul terus membuktikan komitmennya dalam menghadirkan ekosistem pendidikan yang kritis, terbuka, dan berkarakter mulia demi mewujudkan generasi muda yang beradab dan berintegritas. (ska)