28 Murid MAN 1 Bantul Diterima di UIN Sunan Kalijaga melalui Beragam Jalur

Bantul (MAN 1 Bantul) — Kiprah murid MAN 1 Bantul dalam melanjutkan pendidikan tinggi kembali menunjukkan capaian positif. Sebanyak 28 murid tercatat diterima di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta melalui berbagai jalur penerimaan.

Murid yang diterima tersebar dalam berbagai program studi. Pada jalur SNBP, antara lain terdapat Fairisha Zakya Djemito pada Program Studi Teknik Industri, Adhi Aksa Bayu Murti pada Pendidikan Fisika, Damar Nur Wicaksono dan Siti Cofsoh pada Ilmu Perpustakaan, serta Ardina Sally Apriliasih pada Sosiologi.

Sementara itu, melalui SNBT terdapat Bagas Budi Setiawan pada Ilmu Perpustakaan, Diah Ayu Kumala Sari pada Pendidikan Biologi, dan Diah Ayu Kartika Dewi pada Ilmu Komunikasi.

Capaian juga datang melalui jalur SPAN PTKIN, UM-PTKIN, dan mandiri. Pada jalur UM-PTKIN, misalnya, murid MAN 1 Bantul diterima pada berbagai program studi, seperti Sosiologi Agama, Hukum Tatanegara, Manajemen Pendidikan Islam, Pendidikan Islam Anak Usia Dini, Studi Islam, hingga Hukum Keluarga Islam.

Kepala MAN 1 Bantul, Mafrudah, S.Ag., M.Pd.I., mengapresiasi keberhasilan para murid tersebut. Menurutnya, keberagaman program studi yang dipilih menunjukkan bahwa madrasah memberikan ruang bagi murid untuk mengembangkan minat, bakat, dan cita-cita sesuai potensinya.

“Keberhasilan 28 murid diterima di UIN Sunan Kalijaga merupakan capaian yang membanggakan. Ini menunjukkan bahwa murid madrasah mampu bersaing di perguruan tinggi dan memilih bidang keilmuan yang sesuai dengan potensi mereka,” ujar Mafrudah.

Selain bidang sosial humaniora dan keislaman, terdapat pula murid yang memilih bidang teknik, pendidikan, komunikasi, serta ilmu perpustakaan. Hal tersebut menunjukkan luasnya orientasi studi lanjut murid MAN 1 Bantul.

Capaian ini selaras dengan semangat CADAS BERKELAS, khususnya membangun murid yang Cerdas, Agamis, Adaptif, Smart, dan Berkarakter. Pendidikan di madrasah tidak berhenti pada pencapaian akademik, tetapi juga diarahkan agar murid memiliki kesiapan menghadapi dunia perguruan tinggi dan kehidupan masa depan.

Keberhasilan tersebut diharapkan menjadi motivasi bagi murid kelas X dan XI untuk mulai mempersiapkan pilihan studi lanjut sejak dini, baik melalui penguatan kompetensi akademik maupun pengembangan minat dan bakat.

“Semoga capaian kakak-kakaknya menjadi inspirasi bagi adik-adik kelas untuk berani bermimpi, mempersiapkan diri, dan terus berusaha mencapai perguruan tinggi yang dicita-citakan,” pungkas Mafrudah. (Mry)