Edukasi Demokrasi Sejak Dini, Pemilos Serentak se-Kabupaten Bantul Resmi Diluncurkan di MAN 1 Bantul

BANTUL (MAN 1 Bantul) – Peluncuran (launching) Pemilihan Ketua OSIS/OSIM (Pemilos) Serentak tingkat SMP/MTs dan SMA/SMK/MA se-Kabupaten Bantul resmi digelar melalui apel pembukaan di halaman MAN 1 Bantul pada Rabu (2/9/2026).
Bertindak sebagai Pembina Apel, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Bantul, Nugroho Eko Setyanto, S.Sos, M.M., hadir membacakan sambutan tertulis Bupati Bantul yang berhalangan hadir karena sedang bertugas di Jakarta.
Dalam pidato tertulisnya, Bupati Bantul menegaskan bahwa Pemilos serentak merupakan sarana edukasi, pengejawantahan kedaulatan, serta praktik demokrasi sejak dini bagi para siswa. Pembelajaran politik yang sehat ini dirancang menyerupai pemilu sebenarnya agar siswa paham dan menerapkan prinsip Langsung, Umum, Bebas, Rahasia, Jujur, dan Adil (Luber Jurdil). Melalui ajang ini, Bupati berharap lahir sosok pemimpin muda yang cerdas, bertanggung jawab, dan mampu menjadi teladan bagi lingkungan sekolahnya.
Kepala Badan Kesbangpol Kabupaten Bantul, Nugroho Eko Setyanto, menegaskan pemilos membentuk siswa menjadi Cerdas.
“Pemilos serentak ini adalah simulasi nyata untuk membentuk karakter pemilih pemula yang cerdas. Kami ingin anak-anak kita paham bahwa suara mereka berharga dan proses demokrasi harus dijalankan dengan rasa tanggung jawab serta menjunjung tinggi nilai-nilai kejujuran.” ujar Eko.
Kepala MAN 1 Bantul, Mafrudah, S.Ag., M.Pd.I., sangat berterimakasih MAN 1 Bantul ditunjuk menjadituan rumah peluncuran pemilos serentak.
“Kami sangat bangga dan mengapresiasi ditunjuknya MAN 1 Bantul sebagai tuan rumah peluncuran Pemilos serentak tahun ini. Ini menjadi momentum berharga bagi madrasah untuk membuktikan bahwa pendidikan politik yang santun dan demokratis dapat tumbuh subur di lingkungan pesantren dan madrasah.” ugkap Mafrudah.

Sementara itu Muhammad Nabil Hariri, siswa Kelas XII FL3, yang juga anggota panitia pemilos merasa senang dengan kegiatan spektakuler ini.
“Pengalaman ikut Pemilos ini seru sekali karena atmosfernya dibuat mirip pemilu aslinya. Kami jadi belajar cara memilih pemimpin secara bijak tanpa terpengaruh tekanan, dan yang paling penting kami belajar menghargai perbedaan pilihan di antara teman-teman.” tegas Muhammad Nabil.
Dengan menggandeng Komisi Pemilu Umum (KPU) Daerah, MAN 1 Bantul nyata-nyata membuktikan membangun budaya demokrasi yang kuat, masif, dan terstruktur sejak dini di kalangan generasi muda. Kegiatan ini menjadi sarana pembelajaran dini bagi siswa sebagai pemilih pemula agar kelak siap berpartisipasi aktif dalam pemilu yang berkualitas. Hal ini tentunya sejalan dengan tagline MAN 1 Bantul yang sedang gencar disosialisasikan: CADAS BERKELAS (Cerdas, Agamis, Demokratis, Adaptif, Smart, Berkarakter, Cinta Lingkungan, dan Anti Diskriminasi). (chr)