Lembur Demi Demokrasi Sekolah, PPO dan KPPS MAN 1 Bantul Siapkan Pemilos dengan Penuh Dedikasi

Bantul (MAN 1 Bantu) — Semangat demokrasi terasa semakin kuat di MAN 1 Bantul menjelang pelaksanaan Pemilihan Ketua dan Wakil Ketua Organisasi Siswa Intra Madrasah (OSIM) yang dijadwalkan berlangsung pada Rabu (02/09//2026). Di balik kesiapan pesta demokrasi tersebut, terdapat kerja keras Panitia Pemilihan OSIM (PPO) dan Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) yang rela meluangkan waktu hingga lembur demi memastikan seluruh tahapan Pemilos berjalan tertib, lancar, dan demokratis pada Selasa (01/09/2026).

Sejak pagi hari, PPO dan KPPS OSIM telah disibukkan dengan berbagai persiapan teknis. Kegiatan diawali dengan latihan apel serta sumpah dan janji KPPS. Latihan tersebut menjadi bagian penting untuk membangun kedisiplinan, tanggung jawab, serta kesiapan para siswa yang dipercaya menjadi penyelenggara Pemilos.

Tidak berhenti pada kegiatan pagi, semangat PPO dan KPPS terus berlanjut hingga sore hari. Mereka bersama-sama menata ruangan yang akan digunakan sebagai tempat pencoblosan, mempersiapkan berbagai perlengkapan pemungutan suara, sekaligus menghias ruang agar pelaksanaan Pemilos terasa lebih menarik dan memberikan pengalaman demokrasi yang nyata bagi seluruh siswa.

Menariknya, kesibukan persiapan tersebut mendapat pendampingan langsung dari Wuri Rahmawati, M.Si., anggota KPU Kabupaten Bantul sekaligus Ketua Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat dan Sumber Daya Manusia (Sosdiklih Parmas dan SDM). Wuri dengan setia mendampingi PPO dan KPPS, memberikan arahan, memastikan kesiapan teknis, sekaligus menanamkan pemahaman bahwa Pemilos bukan sekadar kegiatan memilih ketua OSIM, tetapi merupakan proses belajar berdemokrasi bagi generasi muda.

Kehadiran Wuri Rahmawati menjadi penguat pendidikan demokrasi di lingkungan madrasah. KPU Bantul sendiri menempatkan Pemilos sebagai sarana edukasi demokrasi yang dikemas menyerupai tahapan pemilu sehingga siswa dapat mengalami secara langsung proses menjadi penyelenggara maupun pemilih.

Di sisi lain, Agustin Budihayati Putri, S.Pd., guru Pendidikan Pancasila sekaligus koordinator pelaksanaan Pemilos MAN 1 Bantul, juga terus mendampingi PPO dan KPPS. Pendampingan dilakukan sejak proses persiapan hingga berbagai kebutuhan teknis menjelang hari pemungutan suara.

Bagi Agustin, PPO dan KPPS bukan sekadar siswa yang diberi tugas kepanitiaan. Mereka sedang belajar menjadi penyelenggara demokrasi. Mulai dari berlatih apel, mengucapkan sumpah dan janji, menyiapkan tempat pemungutan suara, mengatur perlengkapan, hingga memastikan pemilih mendapatkan pelayanan yang baik, seluruh proses tersebut menjadi pengalaman berharga dalam membangun karakter demokratis.

PPO dan KPPS menjadi ujung tombak pelaksanaan Pemilos. Mereka belajar bekerja dalam tim, membagi tugas, memegang amanah, bersikap adil, disiplin terhadap aturan, serta bertanggung jawab terhadap setiap tahapan pemilihan. Bahkan, kesediaan mereka untuk bekerja hingga sore dan lembur menunjukkan adanya komitmen yang kuat untuk menyukseskan pesta demokrasi di madrasah.

Semangat tersebut sejalan dengan pesan Kepala MAN 1 Bantul, Hj. Mafrudah, S.Ag., M.Pd.I., yang terus mendorong agar setiap kegiatan di madrasah tidak hanya menghasilkan kegiatan yang sukses secara teknis, tetapi juga membentuk karakter peserta didik.

Menurutnya, Pemilos merupakan salah satu ruang pembelajaran nyata untuk mewujudkan tagline MAN 1 Bantul, “Cadas Berkelas”, yaitu Cerdas, Agamis, Demokratis, Adaptif, Smart, Berkarakter, Cinta Lingkungan, dan Anti Diskriminasi.

Melalui Pemilos, nilai Cerdas diwujudkan dengan kemampuan siswa memahami proses dan aturan pemilihan. Nilai Agamis tercermin melalui sikap amanah, jujur, dan bertanggung jawab. Nilai Demokratis tampak dalam kesempatan setiap siswa menggunakan hak pilihnya. Sementara sikap Adaptif dan Smart dibutuhkan PPO dan KPPS dalam menghadapi berbagai dinamika selama proses persiapan dan pelaksanaan.

Lebih jauh, keterlibatan siswa sebagai penyelenggara juga menjadi sarana pembentukan karakter. Mereka belajar menghargai perbedaan pilihan, tidak membeda-bedakan pemilih, menjaga ketertiban, serta memberikan kesempatan yang sama kepada seluruh warga madrasah.

Dengan kerja keras PPO dan KPPS, pendampingan Wuri Rahmawati dari KPU Kabupaten Bantul, serta koordinasi guru Pendidikan Pancasila, Pemilos MAN 1 Bantul diharapkan tidak berhenti sebagai agenda tahunan. Pemilos menjadi laboratorium demokrasi yang menghadirkan pengalaman langsung bagi siswa untuk belajar tentang kepemimpinan, partisipasi, tanggung jawab, integritas, dan penghormatan terhadap pilihan orang lain.

Dari ruang kelas menuju bilik suara, dari PPO dan KPPS menuju generasi pemimpin masa depan. MAN 1 Bantul terus menanamkan demokrasi melalui pengalaman nyata—cadas dalam semangat, berkelas dalam karakter.(agoes).