Bantul (MAN 1 Bantul) – Demokrasi dan budaya Yogyakarta berpadu dalam pelaksanaan Pemilihan Ketua dan Wakil Ketua OSIM (Pemilos) serentak yang dipusatkan di MAN 1 Bantul, Rabu (2/9/2026). Petugas Pemilu OSIM (PPO) dan Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) MAN 1 Bantul tampil kompak mengenakan busana adat lurik dan jarik gagrak Yogyakarta, menjadikan pesta demokrasi siswa semakin kental dengan nuansa budaya lokal.
Peluncuran Pemilos diawali dengan apel yang dipimpin oleh Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Bantul, Nugroho Eko Setyanto, S.Sos., M.M. Apel tersebut menjadi momentum dimulainya pelaksanaan Pemilos serentak. Setelah apel, kegiatan dilanjutkan melalui Zoom untuk mengikuti rangkaian peluncuran Pemilos secara bersama-sama.
Pilihan busana lurik dan jarik gagrak Yogyakarta oleh PPO dan KPPS bukan sekadar persoalan penampilan. Busana tradisional tersebut menjadi simbol bahwa demokrasi dapat tumbuh dan berkembang dengan tetap berpijak pada budaya bangsa. Para petugas menunjukkan bahwa menjadi generasi demokratis tidak harus meninggalkan identitas budaya, tetapi justru dapat menjadikannya sebagai bagian dari karakter dalam berdemokrasi.
Semangat demokrasi kemudian berlanjut dalam proses pemungutan dan penghitungan suara. Tiga pasangan calon bersaing memperoleh kepercayaan warga MAN 1 Bantul. Setelah seluruh suara dihitung, Paslon 3, Muhammad Rava Aljashar dan Aisyah Putri, berhasil meraih suara terbanyak dengan perolehan 371 suara.
Sementara itu, Paslon 2, Sakya Cahya Dewi dan Daffa Rahmana T., memperoleh 137 suara, sedangkan Paslon 1, Virly Nuriya Haliz dan Denny Setyawati, memperoleh 70 suara.
Kemenangan Paslon 3 menjadi akhir dari proses kompetisi sekaligus awal bagi perjalanan kepemimpinan OSIM berikutnya. Hasil tersebut menjadi bentuk nyata bahwa suara siswa memiliki peran dalam menentukan arah kepemimpinan organisasi di madrasah.
Kepala MAN 1 Bantul, Hj. Mafrudah, S.Ag., M.Pd.I., mengapresiasi seluruh pihak yang telah menyukseskan pelaksanaan Pemilos, khususnya PPO, KPPS, para calon, dan seluruh siswa yang telah berpartisipasi.
“Pemilos adalah pembelajaran demokrasi yang nyata bagi anak-anak. Mereka belajar menggunakan hak pilih, menghargai perbedaan pilihan, berkompetisi secara sehat, dan menerima hasil dengan lapang dada. Siapa pun yang terpilih harus mendapatkan dukungan untuk menjalankan amanah,” tuturnya.
Ia menambahkan, pelaksanaan Pemilos juga menjadi bagian dari upaya MAN 1 Bantul membangun karakter peserta didik sesuai dengan semangat “cadas berkelas”: Cerdas, Agamis, Demokratis, Adaptif, Smart, Berkarakter, Cinta Lingkungan, dan Anti Diskriminasi.
“Budaya dan demokrasi dapat berjalan bersama. Hari ini kita melihat anak-anak tampil dengan lurik dan jarik gagrak Yogyakarta, tetapi sekaligus menunjukkan karakter demokratis. Mereka cerdas dalam menentukan pilihan, agamis dalam bersikap, demokratis dalam proses, adaptif dan smart dalam menghadapi perubahan, berkarakter dalam menjalankan amanah, cinta lingkungan, serta anti diskriminasi dengan menghargai perbedaan,” jelasnya.
Kemenangan Paslon 3, lanjutnya, bukan sekadar angka 371 suara, melainkan sebuah amanah yang harus dibuktikan melalui kerja nyata. Pasangan terpilih diharapkan mampu merangkul seluruh siswa tanpa membedakan siapa yang memilih maupun tidak memilih mereka.
“Setelah penghitungan suara selesai, tidak ada lagi nomor 1, 2, atau 3. Yang ada adalah satu keluarga besar MAN 1 Bantul. Paslon yang terpilih harus mampu menjadi pemimpin bagi semua,” pesannya.
Pemilos MAN 1 Bantul pun menjadi gambaran kecil praktik demokrasi dalam kehidupan berbangsa. Lurik dan jarik menjaga identitas budaya, sementara bilik suara mengajarkan arti kebebasan memilih dan bertanggung jawab. Dari madrasah, demokrasi dikenalkan bukan hanya melalui teori di kelas, tetapi melalui pengalaman langsung yang melibatkan siswa sebagai pelaku.
Dengan kemenangan Muhammad Rava Aljashar dan Aisyah Putri, babak baru kepemimpinan OSIM MAN 1 Bantul resmi dimulai.
Kini, suara 371 pemilih tersebut menjadi amanah yang harus diwujudkan dalam program dan karya untuk seluruh warga madrasah.
Demokratis dalam memilih, berbudaya dalam bersikap, dan berkarakter dalam menjalankan amanah—itulah semangat Pemilos MAN 1 Bantul menuju madrasah “cadas berkelas”.(agoes)

