Simak Paparan Kolonel Ardian tentang Literasi Digital, Perwakilan MAN 1 Bantul Ikuti Talkshow

Bantul (MAN 1 Bantul) – Kepala Perpustakaan Darul Ilmi MAN 1 Bantul, Siti Maryam, S.Pd., bersama siswa kelas X E 4, Azelia Nur Fatma, menyimak paparan materi dari Kolonel Tek. Dr. Ir. Ardian Nurtjahyo, S.T., M.T., CIPM. Kegiatan ini berlangsung dalam Talkshow Literasi Negeriku: “Literasi Membangun Bangsa dan Membela Negara” pada rangkaian Jogja Book Fair X Pameran Arsip 2026. Acara digelar pada Selasa (1/9/2026), pukul 07.45 hingga 10.00 WIB, bertempat di Panggung Utama Halaman Gedung Grhatama Pustaka, Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Jalan Janti, Banguntapan, Bantul.

Dalam pemaparannya, Ardian menegaskan bahwa literasi membela negara harus mampu menunjukkan hasil nyata (outcome) di era digital. Ia menyoroti potensi besar ekonomi digital Indonesia, seperti aset gim nasional yang bernilai puluhan triliun rupiah, yang perlu diintegrasikan dengan konten literasi kebangsaan. Selain itu, ia juga membahas pemanfaatan kecerdasan buatan (artificial intelligence) yang seharusnya digunakan secara positif untuk membantu manusia dan mengembangkan ide-ide kreatif, bukan disalahgunakan.

Kepala MAN 1 Bantul, Hj. Mafrudah, S.Ag., M.Pd.I., memberikan apresiasi penuh atas partisipasi perwakilan madrasah dalam menyerap pemikiran terkait literasi digital dan kecerdasan buatan tersebut.

“Pemahaman mengenai literasi teknologi dan bela negara sangat relevan dengan semangat MAN 1 Bantul Cadas Berkelas. Kami ingin mendorong civitas akademika agar mampu memanfaatkan teknologi secara bijak, kreatif, serta berdaya saing global,” ujar Mafrudah.

Siti Maryam menyampaikan bahwa materi yang disampaikan narasumber memberikan gambaran luas mengenai tantangan literasi di masa depan.

“Materi mengenai penguatan literasi digital dan kecerdasan buatan dari Kolonel Ardian memberikan inspirasi bagi kami untuk terus mengkaji serta mengembangkan layanan perpustakaan digital di MAN 1 Bantul,” kata Maryam.

Azelia Nur Fatma turut merasa terkesan dengan penjelasan narasumber mengenai pemanfaatan teknologi untuk hal-hal positif.

“Saya mendapatkan banyak wawasan baru tentang bagaimana teknologi dan literasi bisa digunakan untuk membela negara serta mengembangkan potensi diri,” tutur Azelia.

(mry)