Bantul (MAN 1 Bantul) — Suasana berbeda tampak di MAN 1 Bantul pada Kamis Pon (3/9/2026). Seluruh warga madrasah mengenakan busana adat Jawa sebagai bagian dari kegiatan rutin dalam melestarikan budaya dan menanamkan nilai-nilai luhur kepada murid. Sejak pagi, murid hadir dengan mengenakan busana adat Jawa secara rapi dan sopan. Kedatangan murid disambut oleh guru yang bertugas di pintu masuk madrasah. Dengan penuh keramahan, murid membudayakan salam, sapa, dan sikap santun sebagai wujud penghormatan kepada guru sekaligus membangun suasana positif sejak awal memasuki lingkungan madrasah.
Kepala MAN 1 Bantul, Hj. Mafrudah, S.Ag., M.Pd.I., menyampaikan bahwa kegiatan Kamis Pon tidak sekadar menjadi agenda mengenakan busana adat, tetapi juga menjadi sarana pendidikan karakter dan pelestarian budaya. “Kami ingin budaya Jawa tidak hanya dikenakan sebagai busana, tetapi juga dihidupkan melalui sikap dan perilaku sehari-hari. Salam, sapa, senyum, sopan, dan santun merupakan nilai yang perlu terus ditanamkan kepada murid. Melalui kegiatan ini, kami berharap murid semakin mengenal dan mencintai budaya sendiri serta mampu menerapkan unggah-ungguh dalam berinteraksi dengan guru, tenaga kependidikan, maupun sesama murid,” ungkapnya.
Kegiatan Kamis Pon tersebut selaras dengan tagline MAN 1 Bantul, “Cadas Berkelas: Cerdas, Agamis, Demokratis, Adaptif, Smart, Berkarakter, Cinta Lingkungan, Anti Diskriminasi”. Pengenaan busana adat Jawa menjadi salah satu bentuk nyata penguatan karakter sekaligus upaya melestarikan budaya lokal di lingkungan madrasah. Sementara itu, budaya salam dan sapa mengajarkan murid untuk membangun komunikasi yang santun, menghargai orang lain, serta menciptakan lingkungan madrasah yang ramah dan harmonis. Melalui kegiatan rutin ini, MAN 1 Bantul terus berupaya membentuk murid yang tidak hanya cerdas dan smart, tetapi juga berkarakter, berbudaya, dan mampu menjunjung nilai-nilai luhur dalam kehidupan sehari-hari.(mln)

