BANTUL (MAN 1 Bantul) — Suasana hangat dan penuh kekeluargaan menyelimuti gerbang utama MAN 1 Bantul pada Rabu pagi (9/9/2026). Kepala MAN 1 Bantul, Mafrudah, S.Ag., M.Pd.I., berdiri di depan gerbang madrasah untuk menyambut langsung kedatangan para siswa yang mulai berdatangan ke sekolah.
Dengan senyum ramah dan penuh perhatian, Mafrudah menyapa setiap siswa yang melintasi gerbang. Berdasarkan pantauan di lokasi, para siswa menyambut kehangatan tersebut dengan santun, membungkukkan badan, dan mencium tangan pimpinan madrasah sebagai bentuk penghormatan dan takzim siswa kepada gurunya. Kegiatan penyambutan pagi ini rutin dilakukan guna membangun keakraban serta menyuntikkan semangat positif sebelum proses belajar mengajar dimulai.
Penyambutan ini juga dijaga secara tertib oleh petugas keamanan madrasah di area depan gerbang untuk memastikan keamanan lalu lintas siswa.
Kepala MAN 1 Bantul, Mafrudah, S.Ag., M.Pd.I., menyampaikan bahwa kebiasaan menyapa siswa di pagi hari bukan sekadar rutinitas seremonial, melainkan bagian dari penanaman karakter dan pembentukan budaya madrasah yang humanis.
“Menyambut anak-anak di depan gerbang setiap pagi merupakan wujud nyata penerapan tagline kebanggaan madrasah kita, CADAS BERKELAS (Cerdas, Agamis, Demokratis, Adaptif, Smart; Berkarakter, Cinta Lingkungan, dan Anti Diskriminasi),” tutur Mafrudah.
Beliau menjelaskan lebih lanjut mengenai keterkaitan aksi sederhana tersebut dengan poin-poin tagline madrasah. “Sikap hormat, senyum, dan salam yang ditunjukkan anak-anak mencerminkan pribadi yang Berkarakter mulia dan berlandaskan nilai Agamis. Melalui tegur sapa di gerbang ini, kita menyapa seluruh siswa secara inklusif tanpa membeda-bedakan, menjunjung tinggi nilai Anti Diskriminasi dan suasana yang Demokratis. Pendekatan yang hangat ini diharapkan membentuk emosional siswa agar siap menjadi pribadi yang Cerdas, Smart, serta Adaptif dalam menyerap ilmu dan menghadapi tantangan pembelajaran di kelas dengan suasana hati yang gembira serta lingkungan madrasah yang asri dan Cinta Lingkungan,” pungkasnya. (ska)

