BANTUL (MAN 1 Bantul) – Menjadi seorang pemimpin tidak cukup hanya dengan mampu memberikan arahan. Diperlukan keberanian, tanggung jawab, kemampuan bekerja sama, serta integritas dalam menjalankan setiap amanah. Nilai-nilai tersebut menjadi bagian penting yang ditekankan MAN 1 Bantul melalui Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK) bagi pengurus baru Organisasi Siswa Intra Madrasah (OSIM) Ashabul Kahfi pada Rabu (9/9/2026).
Bertempat di Aula MAN 1 Bantul, kegiatan LDK diikuti seluruh pengurus OSIM periode baru dengan penuh semangat. Mengusung tema “Membentuk Pemimpin Muda yang Berakhlakul Karimah, Berintegritas Tinggi dan Berdedikasi untuk Madrasah”, kegiatan ini menjadi langkah awal bagi para pengurus untuk mempersiapkan diri menjalankan amanah organisasi.
Berbagai pembekalan diberikan untuk membantu murid memahami peran dan tanggung jawab sebagai pengurus OSIM. Tidak hanya berkaitan dengan teknis pengelolaan organisasi, kegiatan juga diarahkan pada penguatan karakter, komunikasi, kerja sama tim, kedisiplinan, keberanian menyampaikan pendapat, hingga kemampuan mengambil keputusan.
LDK menjadi ruang bagi pengurus baru untuk belajar bahwa setiap program organisasi membutuhkan perencanaan dan koordinasi yang baik. Di sisi lain, seorang pengurus OSIM juga dituntut mampu menjadi contoh positif bagi murid lainnya, baik dalam sikap, kedisiplinan maupun pelaksanaan tata tertib madrasah.
Kepala MAN 1 Bantul, Mafrudah, S.Ag., M.Pd.I., menyampaikan bahwa kepercayaan yang diberikan kepada pengurus OSIM merupakan sebuah amanah yang harus dijalankan dengan sungguh-sungguh. Menurutnya, pengalaman berorganisasi dapat menjadi bekal berharga bagi murid untuk menghadapi kehidupan di masa mendatang.
“Menjadi pengurus OSIM bukan sekadar mendapatkan sebuah jabatan, tetapi menerima amanah untuk belajar memimpin dan memberikan kontribusi bagi madrasah. Kami berharap melalui LDK ini, para pengurus tumbuh menjadi pribadi yang bertanggung jawab, berintegritas, disiplin, dan mampu menjadi teladan bagi teman-temannya,” tutur Mafrudah.
Ia juga menegaskan bahwa madrasah akan terus memberikan ruang bagi murid untuk mengembangkan potensi kepemimpinan melalui berbagai kegiatan organisasi. Dengan demikian, pembelajaran tidak hanya berlangsung di dalam kelas, tetapi juga melalui pengalaman nyata dalam mengelola kegiatan dan bekerja bersama orang lain.
Sementara itu, Wakil Kepala Madrasah Bidang Kesiswaan, Junardi, M.S.I., menilai pengalaman berorganisasi dapat menjadi sarana penting untuk mengembangkan berbagai keterampilan yang dibutuhkan murid. Kemampuan berkomunikasi, berkolaborasi, menyelesaikan persoalan, serta mengatur waktu akan terasah ketika murid terlibat aktif dalam organisasi.
“OSIM menjadi salah satu ruang belajar yang sangat baik bagi murid untuk mengembangkan kemampuan kepemimpinan. Mereka belajar menyusun program, membangun komunikasi, bekerja dalam tim, sekaligus belajar bertanggung jawab terhadap keputusan yang diambil. Keterampilan seperti ini akan menjadi bekal penting, baik untuk kehidupan akademik maupun masa depan mereka,” jelas Junardi.
Antusiasme mengikuti kegiatan juga dirasakan Ketua OSIM terpilih, Muhammad Rava Aljasahar. Menurutnya, LDK memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai tanggung jawab yang akan diemban bersama jajaran pengurus OSIM.
“LDK ini membuat kami lebih memahami bahwa menjadi pengurus OSIM membutuhkan kerja sama dan tanggung jawab. Kami mendapatkan banyak pembelajaran tentang komunikasi, kepemimpinan, dan bagaimana menghadapi persoalan dalam organisasi. Kami siap menjalankan amanah dan berusaha memberikan kontribusi terbaik untuk MAN 1 Bantul,” ungkap Rava.
Melalui LDK, MAN 1 Bantul tidak hanya menyiapkan pengurus OSIM yang mampu menjalankan program kerja, tetapi juga membangun kader-kader muda yang memiliki keberanian untuk mengambil peran, mampu bekerja sama, serta tetap menjunjung tinggi nilai akhlak dan integritas.
Upaya tersebut menjadi bagian dari komitmen MAN 1 Bantul dalam mewujudkan CADAS BERKELAS, yakni Cerdas, Agamis, Demokratis, Adaptif, Smart, Berkarakter, Cinta Lingkungan, dan Anti Diskriminasi. Melalui pengalaman berorganisasi, para pengurus OSIM diharapkan mampu tumbuh sebagai generasi muda yang siap memimpin, berkarya, dan memberikan manfaat bagi lingkungan madrasah maupun masyarakat. (ad)

