Tindak Lanjuti Bimtek Keamanan Pangan, BPOM Gelar Monitoring dan Evaluasi di Madrasah

Bantul (MAN 1 Bantul) – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) melaksanakan kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) sebagai tindak lanjut dari Bimbingan Teknis (Bimtek) Keamanan Pangan Sekolah/Pangan Jajanan Anak Sekolah (PJAS) yang sebelumnya telah diberikan kepada pihak madrasah. Kegiatan ini dipandang perlu dilaksanakan mengingat pentingnya memastikan bahwa materi dan komitmen keamanan pangan yang telah disampaikan dalam Bimtek benar-benar diterapkan secara nyata di lingkungan sekolah, khususnya dalam pengelolaan pangan jajanan yang dikonsumsi oleh peserta didik sehari-hari. Melalui Monev ini, BPOM ingin memastikan keberlanjutan program keamanan pangan sekolah tidak berhenti pada tahap pelatihan, tetapi berdampak langsung pada praktik di lapangan.

Kegiatan Monev BPOM ini dilaksanakan pada hari Selasa (8/9/2026) bertempat di lingkungan madrasah dengan melibatkan 2 orang tim BPOM, pihak manajemen madrasah, tim keamanan pangan sekolah serta pengelola kantin. Rangkaian kegiatan diawali dengan konfirmasi pengimbasan hasil bimtek yang telah dilaksanakan pada Selasa (23/6/2026), ditindaklanjuti dengan sosialisasi kepada 2 perwakilan siswa dan  1 perwakilan orang tua kelas X dan XI guna mengukur sejauh mana pemahaman dan tindak lanjut dari pihak madrasah terhadap materi keamanan pangan yang telah diberikan. Selanjutnya, tim BPOM memberikan perlengkapan untuk kantin dan poster keamanan pangan sekolah, serta sertifikat sekolah yang di intervensi terkait keamanan pangan sekolah.

Setelah sesi sosialisasi, kegiatan dilanjutkan dengan observasi langsung ke kantin madrasah untuk menilai kondisi kebersihan, tata kelola, serta praktik keamanan pangan yang diterapkan oleh pedagang kantin dalam mengolah dan menyajikan makanan bagi siswa. Observasi ini dimaksudkan untuk melihat kesesuaian antara praktik di lapangan dengan standar keamanan pangan yang telah disosialisasikan pada saat Bimtek, sekaligus mengidentifikasi hal-hal yang masih perlu diperbaiki maupun dipertahankan sebagai praktik baik. Saran yang utama terkait kelengkapan sarana prasarana dan produk kopi yang tidak diijinkan di linkungan sekolah. Pedagang kantin memahami maksud dan tujuan dan bersedia untuk menindaklanjuti saran masukan dari tim bekerjasama dengan pihak madrasah.

Sebagai bagian akhir dari kegiatan, tim BPOM memberikan saran dan masukan kepada pihak madrasah terkait  implementasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang  diterima oleh madrasah. Masukan tersebut mencakup aspek keamanan pangan, sanitasi, hingga tata kelola distribusi makanan agar program MBG dapat berjalan optimal dan tetap memenuhi standar kesehatan bagi seluruh siswa. Dengan adanya Monev ini, diharapkan madrasah semakin siap dan konsisten dalam menerapkan prinsip keamanan pangan, sehingga turut mendukung terciptanya lingkungan sekolah yang sehat.(Ipg)