Bantul (MAN 1 Bantul) — Suasana penuh konsentrasi terlihat di kelas Keterampilan (FD) 6 dan FD 7 pada Kamis, (17/9/2026). Para murid tampak tekun merangkai kata demi kata di atas kertas guna menyelesaikan laporan pembuatan produk busana sesuai dengan capaian kompetensi masing-masing.
Dalam sesi praktik dan penyusunan laporan kali ini, setiap murid fokus menguraikan proses pembuatan produk yang telah mereka selesaikan. Jenis busana yang menjadi fokus laporan terbagi menjadi tiga kategori utama, yaitu rok, kulot, dan blouse. Pada pembuatan rok, murid membahas secara detail proses pembuatan pola, teknik menjahit, hingga tahap penyelesaian akhir. Sementara itu, pada pembuatan kulot, murid menjabarkan langkah-langkah pembuatan celana dengan potongan longgar yang mengikuti perkembangan tren busana. Adapun pada pembuatan blouse, murid menguraikan proses secara menyeluruh, mulai dari pembuatan desain, penyusunan pola, proses jahit, hingga tahap fitting untuk memastikan busana sesuai dengan ukuran dan bentuk tubuh.
Dalam penyusunan laporan tersebut, guru mewajibkan seluruh murid mengerjakannya secara tulis tangan. Kebijakan ini bertujuan untuk menjaga orisinalitas laporan sekaligus meminimalkan praktik salin-tempel, sehingga isi laporan benar-benar mencerminkan pemahaman masing-masing murid terhadap produk yang telah dibuat. Selain itu, kegiatan menulis tangan juga dimaksudkan untuk membiasakan murid kembali menulis secara manual, melatih ketelitian dan keterampilan motorik halus, serta membantu memperkuat daya ingat di tengah perkembangan teknologi digital yang serba praktis dan instan.

Melalui penugasan ini, para murid diharapkan tidak hanya mahir dalam mempraktikkan keterampilan teknik busana di mesin jahit, tetapi juga terlatih menuangkan ide, proses, dan hasil evaluasi kerja secara sistematis melalui tulisan tangan yang rapi dan komunikatif.
Kepala MAN 1 Bantul, Mafrudah, S.Ag., M.Pd., memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas semangat murid dalam belajar, yang dilakukan dengan praktik dan laporan tertulis
“Kami sangat mengapresiasi semangat murid dalam mengikuti pembelajaran keterampilan, baik melalui praktik maupun penyusunan laporan secara tertulis. Kegiatan seperti ini penting karena murid tidak hanya belajar menghasilkan sebuah produk, tetapi juga belajar menjelaskan proses, menuangkan ide, dan mengevaluasi hasil pekerjaannya. Harapannya, keterampilan yang mereka peroleh dapat menjadi bekal untuk terus berkarya, berinovasi, dan menghasilkan produk yang bermanfaat,” ungkap Mafrudah.
Kegiatan ini menjadi wujud nyata pengaplikasian tagline CADAS BERKELAS( Cerdas, Agamis, Demokratis, Adaptif, Smart, Berkarakter, Cinta Lingkungan dan Anti Diskriminasi), jargon yang mengobarkan ketangguhan, kecerdasan, dan kualitas berkelas para murid MAN 1 Bantul dalam menghadirkan solusi kreatif bagi masyarakat. (trsmy)

