Bantul (MAN 1 Bantul) — Semangat meningkatkan kualitas pembelajaran Bahasa Inggris terus digaungkan oleh MGMP Bahasa Inggris Madrasah Aliyah (MA) se-Daerah Istimewa Yogyakarta. Bekerja sama dengan Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), MGMP Bahasa Inggris MA se-DIY menyelenggarakan kegiatan “Tindak Lanjut Pelatihan Penguatan Pembelajaran Berpusat pada Siswa dalam Praktik Pembelajaran Bahasa Inggris di Madrasah Aliyah.”
Kegiatan dilaksanakan secara daring pada hari Jum’at (18/9/2026) melalui Zoom Meeting dan dipandu oleh Dr. Nunik Sugesti, M.Pd. Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memastikan bahwa pemahaman yang diperoleh dalam pelatihan sebelumnya tidak berhenti pada tataran konsep, tetapi benar-benar berlanjut dalam praktik pembelajaran di madrasah.
Dalam kegiatan tersebut, para guru Bahasa Inggris diajak untuk merefleksikan pengalaman penerapan pembelajaran berpusat pada siswa. Diskusi diarahkan pada bagaimana guru dapat menciptakan pembelajaran yang memberikan ruang lebih luas kepada peserta didik untuk aktif berpikir, berkomunikasi, berkolaborasi, mengeksplorasi ide, dan mengambil peran dalam proses pembelajaran.
Ketua MGMP Bahasa Inggris MA se-DIY, Noor Widiyastuti, M.Pd., menegaskan bahwa kegiatan tindak lanjut memiliki peran penting dalam menjaga keberlanjutan program pengembangan profesional guru.

“Pelatihan akan menjadi lebih bermakna ketika apa yang dipelajari dapat kita refleksikan dan terapkan dalam pembelajaran nyata. Melalui kegiatan tindak lanjut ini, kami ingin memberikan ruang kepada para guru untuk berbagi pengalaman, mendiskusikan tantangan, dan saling menguatkan dalam menerapkan pembelajaran yang benar-benar berpusat pada siswa,” ungkap Noor Widiyastuti.
Menurutnya, perubahan pembelajaran tidak selalu harus dimulai dari sesuatu yang besar. Guru dapat memulainya melalui langkah-langkah sederhana, seperti memberikan kesempatan lebih banyak kepada siswa untuk menyampaikan pendapat, bekerja sama, melakukan eksplorasi, serta merefleksikan proses belajar mereka.
Sementara itu, Kepala MAN 1 Mafrudah, S.Ag., M.Pd.Imenyampaikan apresiasi terhadap kegiatan yang menjadi bagian dari penguatan profesionalisme guru tersebut. Menurutnya, kolaborasi antara MGMP dan perguruan tinggi merupakan langkah strategis untuk mempertemukan pengalaman praktis guru dengan wawasan akademik.
“Guru perlu terus belajar dan berkembang seiring dengan perubahan kebutuhan peserta didik. Kegiatan seperti ini menjadi ruang yang sangat baik bagi guru untuk merefleksikan praktik pembelajaran sekaligus mendapatkan inspirasi baru. Harapannya, hasil kegiatan tidak hanya menjadi pengetahuan, tetapi benar-benar memberikan dampak positif bagi proses belajar siswa di madrasah,” tuturnya.
Kegiatan berlangsung secara interaktif. Para peserta tidak hanya mengikuti pemaparan materi, tetapi juga terlibat dalam diskusi dan refleksi mengenai pengalaman masing-masing dalam menerapkan pembelajaran berpusat pada siswa.
Kolaborasi MGMP Bahasa Inggris MA se-DIY dengan UNY ini sekaligus memperkuat peran MGMP sebagai komunitas belajar profesional guru. Melalui forum tersebut, para guru dapat saling berbagi praktik baik, mengidentifikasi tantangan pembelajaran, serta menemukan alternatif solusi yang relevan dengan kondisi madrasah.
Pembelajaran berpusat pada siswa pada akhirnya bukan sekadar pendekatan atau strategi pembelajaran, melainkan sebuah upaya untuk memberikan ruang kepada peserta didik agar semakin aktif, mandiri, dan bertanggung jawab terhadap proses belajarnya.
Melalui kegiatan tindak lanjut ini, MGMP Bahasa Inggris MA se-DIY bersama UNY terus mendorong lahirnya praktik-praktik pembelajaran Bahasa Inggris yang aktif, bermakna, kontekstual, dan berpihak pada kebutuhan siswa. Dari ruang virtual Zoom, semangat kolaborasi tersebut diharapkan dapat berlanjut ke ruang-ruang kelas di seluruh madrasah di DIY. (Sof)

