Perkuat Tata Kelola Pembelajaran, Tim Kurikulum MAN 1 Bantul Siap Transformasi KBC Lewat Aplikasi MAGIS

BANTUL (MAN 1 Bantul) — Bidang Kurikulum MAN 1 Bantul bersiap melakukan lompatan inovasi dalam sistem pembelajaran dan supervisi madrasah. Hal ini ditandai dengan keikutsertaan Waka Kurikulum MAN 1 Bantul, Arfi Nurdiyantoro, S.Pd., bersama Kepala Madrasah, Mafrudah, S.Ag., M.Pd.I., dalam Bimbingan Teknis (Bimtek) Implementasi KBC Memanfaatkan MAGIS (Madrasah Digital Supervision) di Aula Kemenag Bantul, Kamis (17/9/2026).

Melalui kegiatan yang dibuka oleh Kakankemenag Bantul, H. Muntolib, S.Ag., M.S.I., bidang kurikulum mendapatkan pembekalan strategis mengenai integrasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) ke dalam sistem supervisi digital MAGIS yang terhubung langsung dengan EMIS GTK.

Kepala MAN 1 Bantul, Mafrudah, S.Ag., M.Pd.I., menegaskan pentingnya komitmen bersama dalam merealisasikan hasil bimtek ini di lingkungan madrasah.

“Bimtek ini memberikan penguatan nyata bahwa KBC harus hadir dalam keseharian madrasah. Bukan hanya tertulis dalam dokumen, tetapi benar-benar dirasakan oleh murid melalui madrasah yang ramah anak, murid yang sejahtera, dan lingkungan yang terjaga. Saya berharap tim kurikulum dapat mengawal hal ini agar seluruh proses pembelajaran benar-benar berpusat pada kebahagiaan dan tumbuh kembang siswa,” pesan Mafrudah.

Waka Kurikulum MAN 1 Bantul, Arfi Nurdiyantoro, S.Pd., menegaskan bahwa kehadiran aplikasi MAGIS memberikan ruang baru bagi pengembangan kurikulum yang lebih terukur. Menurutnya, tata kelola pembelajaran tidak lagi sekadar berpatokan pada kelengkapan administrasi tertulis, melainkan pada proses refleksi dan rencana aksi yang nyata.

“Melalui platform MAGIS, bidang kurikulum dapat melakukan refleksi, identifikasi, hingga perencanaan aksi pembelajaran secara lebih sistematis dan terintegrasi. Hal ini memudahkan kami memastikan bahwa KBC benar-benar hidup di setiap kegiatan belajar mengajar di kelas,” jelas Arfi.

Ke depan, Tim Kurikulum MAN 1 Bantul akan mentransformasikan hasil bimtek ini ke dalam budaya pembelajaran harian. Penekanan akan diberikan pada penciptaan ekosistem kelas yang ramah anak, mendukung kesejahteraan murid, dan berwawasan lingkungan sejalan dengan tagline CADAS BERKELAS menuju “Madrasah Maju, Bermutu, dan Mendunia.” (arf)