Bantul (MAN 1 Bantul) — Sebelum mengikuti Asesmen Sumatif Tengah Semester (ASTS) Ganjil Tahun Pelajaran 2026/2027, siswa MAN 1 Bantul melaksanakan sholat dhuha sebagai bagian dari pembiasaan keagamaan di madrasah. Kegiatan tersebut dilaksanakan sebelum asesmen dimulai sebagai upaya mempersiapkan siswa secara lahir dan batin dalam menghadapi pelaksanaan ASTS.
Sholat dhuha dilaksanakan secara tertib oleh siswa sebelum memasuki ruang asesmen. Kegiatan diawali dengan persiapan untuk melaksanakan ibadah, kemudian siswa melaksanakan sholat dhuha dengan khusyuk. Suasana religius tersebut menjadi bagian dari rutinitas positif yang diterapkan di lingkungan MAN 1 Bantul.
Pelaksanaan sholat dhuha sebelum ASTS tidak hanya menjadi bentuk pembiasaan ibadah, tetapi juga menjadi momentum bagi siswa untuk menenangkan diri dan mempersiapkan konsentrasi sebelum mengikuti asesmen. Melalui kegiatan tersebut, siswa diharapkan dapat mengikuti ASTS dengan lebih tenang, percaya diri, dan penuh tanggung jawab.
Kepala MAN 1 Bantul, Mafrudah, S.Ag., M.Pd.I., menyampaikan bahwa pembiasaan keagamaan merupakan bagian penting dalam membentuk karakter peserta didik. Menurutnya, kegiatan akademik perlu berjalan seiring dengan penguatan nilai religius.
“Sholat dhuha menjadi salah satu ikhtiar untuk membiasakan siswa mendekatkan diri kepada Allah sebelum menjalankan aktivitas. Kami berharap siswa tidak hanya mempersiapkan kemampuan akademiknya, tetapi juga mempersiapkan diri secara spiritual sehingga dapat mengikuti ASTS dengan tenang dan jujur,” ungkap Mafrudah.
Setelah melaksanakan sholat dhuha, siswa kemudian mempersiapkan diri untuk mengikuti ASTS sesuai dengan mata pelajaran dan ruang yang telah ditentukan. Selama pelaksanaan asesmen, siswa diharapkan tetap menjunjung tinggi kedisiplinan, kejujuran, dan tanggung jawab sebagai bagian dari karakter peserta didik madrasah.
Kegiatan sholat dhuha sebelum ASTS tersebut juga sejalan dengan tagline MAN 1 Bantul, “CADAS BERKELAS”, yaitu cerdas, agamis, demokratif, adaptif, smart, berkarakter, cinta lingkungan, dan anti diskriminasi. Pembiasaan ibadah menjadi bagian dari penguatan karakter agamis sekaligus membangun kesiapan siswa untuk menghadapi kegiatan akademik dengan sikap positif.
Melalui pembiasaan sholat dhuha, MAN 1 Bantul terus berupaya menciptakan keseimbangan antara pencapaian akademik dan pembentukan karakter peserta didik. Dengan mengawali pelaksanaan ASTS melalui kegiatan ibadah, siswa diharapkan mampu menjalani asesmen dengan penuh ketenangan, kejujuran, dan tanggung jawab. (wnd)

