Bantul (MAN 1 Bantul) – Pengurus Rohis Al-Mumtaz MAN 1 Bantul Masa Khidmat 2026–2027 mengikuti rangkaian Latihan Kepemimpinan Dasar (LKD), Konferensi Rohis, dan Pelantikan dengan penuh keseriusan dan semangat mengabdi. Kegiatan berlangsung pada Sabtu, 19 September 2026, di Aula MAN 1 Bantul.
Sejak awal kegiatan, pengurus mengikuti setiap rangkaian acara dengan antusias. Mereka mendapatkan berbagai pembekalan yang dirancang untuk mempersiapkan diri sebelum menerima amanah sebagai pengurus Rohis selama satu periode ke depan.
LKD menjadi ruang bagi pengurus untuk memahami dasar-dasar kepemimpinan, organisasi, kerja sama, tanggung jawab, serta nilai-nilai keagamaan. Para peserta tidak hanya menerima materi, tetapi juga terlibat aktif dalam proses pembelajaran dan diskusi selama kegiatan.
Kepala MAN 1 Bantul, Mafrudah, S.Ag., M.Pd.I., dalam kesempatan tersebut memberikan motivasi kepada pengurus agar memandang organisasi sebagai ruang pengabdian sekaligus proses belajar.
“Menjadi pengurus Rohis adalah sebuah amanah. Jalankan dengan kesungguhan, keikhlasan, dan rasa tanggung jawab. Jadikan setiap kegiatan sebagai proses belajar untuk menjadi pribadi yang lebih baik dan memberikan manfaat bagi madrasah,” pesan Mafrudah.
Sementara itu, Pembina Rohis Al-Mumtaz, Sholahuddin Zamzambela, S.Ag., menekankan pentingnya keteladanan dalam menjalankan amanah sebagai pengurus.
“Pengurus Rohis harus siap menjadi teladan. Semangat mengabdi tidak cukup hanya diucapkan, tetapi harus diwujudkan melalui kerja nyata, kedisiplinan, kepedulian, dan kesediaan untuk memberikan manfaat bagi orang lain,” tutur Sholahuddin.
Keseriusan para pengurus juga terlihat dalam mengikuti materi kepemimpinan yang disampaikan Kepala MAN 1 Bantul serta materi moderasi beragama oleh Kasi Penmad Kemenag Bantul, H. Saeful Hadi, S.Ag., M.Pd.I. Pembekalan tersebut diharapkan memberikan fondasi bagi pengurus dalam menjalankan kegiatan keagamaan yang positif, santun, dan moderat.
Sebelum materi Rangkaian kegiatan lebih dulu diawali dengan Konferensi Rohis Al-Mumtaz 2026 sebagai mekanisme organisasi untuk menentukan arah kebijakan dan kepemimpinan satu periode ke depan. Setelah melalui proses regenerasi, para pengurus baru selanjutnya dilantik untuk mengemban amanah Masa Khidmat 2026–2027.
Semangat yang ditunjukkan para calon pengurus menjadi modal awal untuk menjalankan organisasi dengan penuh tanggung jawab. Mereka tidak hanya dipersiapkan menjadi pengelola kegiatan keagamaan, tetapi juga menjadi bagian dari generasi muda madrasah yang mampu memimpin, bekerja sama, dan memberikan keteladanan. Dari LKD lahir pemimpin muda. Dari semangat mengabdi tumbuh kontribusi untuk madrasah.(zm)

