Perkuat Persiapan Revitalisasi, Kepala TU MAN 1 Bantul Ikuti Pendampingan Bantuan Presiden RI Tahun 2026

Bantul (MAN 1 Bantul) — Memperkuat kesiapan pelaksanaan program Bantuan Presiden Republik Indonesia untuk Revitalisasi Prasarana Madrasah Tahun 2026, Kepala Tata Usaha MAN 1 Bantul, Martiningsih, S.Pd.I., mengikuti kegiatan pendampingan yang diselenggarakan Kantor Wilayah Kementerian Agama D.I. Yogyakarta di Aula Lantai 3 Kanwil Kemenag D.I. Yogyakarta, Jalan Sukonandi No. 8, Semaki, Umbulharjo, Yogyakarta, Senin (28/9/2026).

Pendampingan tersebut menjadi bagian penting dalam mempersiapkan madrasah menghadapi tahapan program revitalisasi secara terencana dan sesuai ketentuan. Melalui kegiatan ini, madrasah memperoleh penguatan pemahaman mengenai sejumlah tahapan yang perlu dipersiapkan, mulai dari pembentukan tim pelaksana hingga penyusunan dokumen pengajuan bantuan.

Beberapa tahapan yang menjadi perhatian meliputi pembentukan tim pelaksana, identifikasi dan pendataan kondisi kerusakan prasarana, penyusunan Rencana Anggaran Biaya (RAB), serta penyusunan proposal pengajuan bantuan.

Identifikasi kondisi bangunan menjadi salah satu tahap awal yang penting. Data yang diperoleh dari hasil identifikasi akan menjadi dasar dalam menentukan kebutuhan revitalisasi sehingga rencana pekerjaan yang disusun dapat disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan riil madrasah.

Selanjutnya, RAB disusun dengan memperhatikan kebutuhan pekerjaan, volume pekerjaan, bahan yang diperlukan, serta estimasi biaya. Seluruh hasil identifikasi dan perencanaan tersebut kemudian dituangkan dalam proposal sebagai dokumen pengajuan bantuan.

Kepala TU MAN 1 Bantul, Martiningsih, S.Pd.I., mengikuti pendampingan dengan mencermati berbagai arahan yang disampaikan sebagai bahan dalam mempersiapkan administrasi dan dokumen program revitalisasi. Kesiapan administrasi menjadi bagian penting agar setiap tahapan dapat dilaksanakan secara tertib, terukur, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Kepala MAN 1 Bantul, Mafrudah, S.Ag., M.Pd.I., menyampaikan bahwa program revitalisasi menjadi momentum bagi madrasah untuk terus meningkatkan kualitas sarana dan prasarana sebagai bagian dari penguatan layanan pendidikan.

“Persiapan harus dilakukan secara cermat sejak awal, baik dari sisi data kondisi prasarana, perencanaan, administrasi, maupun pertanggungjawaban. Kami ingin setiap proses berjalan sesuai ketentuan dan nantinya memberikan manfaat nyata bagi murid serta lingkungan madrasah,” ujar Mafrudah.

Menurutnya, peningkatan kualitas sarana dan prasarana juga tidak dapat dipisahkan dari upaya membangun budaya madrasah yang berkualitas. Lingkungan belajar yang aman, nyaman, layak, dan mendukung aktivitas murid menjadi salah satu unsur penting dalam mewujudkan pendidikan yang berorientasi pada perkembangan murid secara utuh.

“Revitalisasi ini kami harapkan tidak sekadar memperbaiki fasilitas, tetapi menjadi bagian dari ikhtiar menghadirkan lingkungan pendidikan yang mendukung murid untuk tumbuh menjadi pribadi yang cerdas, adaptif, smart, dan berkarakter. Semangat tersebut sejalan dengan CADAS BERKELAS yang terus kami kuatkan di MAN 1 Bantul,” tambahnya.

Melalui pendampingan dan persiapan yang dilakukan sejak tahap awal, MAN 1 Bantul berkomitmen mendukung pelaksanaan program Bantuan Presiden RI untuk Revitalisasi Prasarana Madrasah Tahun 2026 secara tertib, transparan, efektif, dan akuntabel. Program tersebut diharapkan dapat memperkuat kualitas prasarana sekaligus mendukung terwujudnya layanan pendidikan yang semakin bermutu, nyaman, dan berkelanjutan. (ning)