Bantul (MAN 1 Bantul) — Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Bantul resmi meninggalkan metode lama pengumpulan tugas berbasis formulir dan tautan Google Drive umum pada Selasa (1/9/2026). Langkah ini diambil untuk meningkatkan keamanan data siswa serta membangun ekosistem pembelajaran digital yang lebih terintegrasi dan transparan. Sebelumnya, pengumpulan tugas menggunakan Google Drive kerap menimbulkan kekhawatiran terkait keamanan akun, di mana akses terbuka berisiko dimanfaatkan oleh pihak tak bertanggung jawab untuk mengubah atau merusak dokumen milik siswa lain.
Guna mengantisipasi potensi penyalahgunaan tersebut, MAN 1 Bantul meluncurkan dua platform web mandiri yang dikembangkan khusus sesuai rumpun mata pelajaran, yaitu informatika.man1bantul.sch.id dan multimedia.man1bantul.sch.id. Melalui platform baru ini, alur pengumpulan tugas dibuat lebih personal dan aman. Siswa cukup masuk (login) ke sistem, memilih tingkatan kelas, menemukan nama yang terdaftar, lalu mengunggah berkas tugas mereka. Selain keamanan sistem yang lebih terjamin, platform ini dilengkapi fitur analisis orisinalitas yang memungkinkan guru mengidentifikasi apakah karya yang diunggah merupakan hasil karya asli atau salinan (copy-paste) dari siswa lain. Sistem ini juga menyediakan fitur rekapitulasi otomatis per kelas yang memudahkan tenaga pendidik dalam memantau kedisiplinan siswa secara real-time.
Guru Informatika MAN 1 Bantul, Siska Pujilestari, S.Kom., mengungkapkan bahwa inovasi ini dirancang untuk menjawab kendala teknis dan manajerial yang sering dihadapi saat proses pembelajaran digital. “Dengan sistem mandiri ini, siswa tidak perlu khawatir karyanya tertimpa atau diakses oleh siswa lain. Dari sisi guru, kami sangat terbantu dengan adanya fitur deteksi orisinalitas dan rekap otomatis. Kami dapat langsung mengetahui siapa saja yang sudah maupun belum mengumpulkan tugas tanpa harus mencatat satu per satu secara manual,” jelas Siska.
Hal senada disampaikan oleh Guru Multimedia MAN 1 Bantul, Yustika Nurbaiti, S.Pd., M.Pd. Yustika menilai keberadaan laman khusus ini sangat mendukung pembelajaran praktik yang membutuhkan pengorganisasian berkas dalam jumlah besar. “Siswa multimedia terbiasa mengunggah berkas berkuran besar dan beragam format. Dengan domain khusus ini, seluruh aset digital siswa tersimpan dengan rapi berdasarkan kelas dan nama. Ini menjadi langkah nyata madrasah dalam membentuk karakter siswa yang jujur dan tertib teknologi,” ujar Yustika.
Kepala MAN 1 Bantul, Mafrudah, S.Ag., M.Pd.I., mengapresiasi inovasi yang dikembangkan oleh guru Informatika dan Multimedia tersebut. Menurut Mafrudah, pemanfaatan teknologi digital dalam pembelajaran perlu diiringi dengan penguatan keamanan, kedisiplinan, kejujuran, serta tanggung jawab murid. Pengembangan platform mandiri ini menjadi langkah positif dalam meningkatkan kualitas layanan pembelajaran sekaligus mendorong guru untuk terus berinovasi sesuai dengan kebutuhan zaman.
“Saya menyampaikan apresiasi kepada guru Informatika dan Multimedia yang telah berinovasi mengembangkan platform digital mandiri untuk mendukung proses pembelajaran di MAN 1 Bantul. Inovasi ini menunjukkan bahwa guru mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi sekaligus menghadirkan solusi atas kebutuhan pembelajaran di madrasah. Saya berharap platform ini dapat dimanfaatkan secara optimal untuk meningkatkan efektivitas pembelajaran, membangun kedisiplinan dan kejujuran murid, serta menciptakan pengelolaan tugas yang lebih aman dan terstruktur. Hal ini sejalan dengan semangat MAN 1 Bantul sebagai madrasah CADAS Berkelas, yang terus berupaya mewujudkan pendidikan berkualitas melalui inovasi, penguatan karakter, dan pemanfaatan teknologi secara bijak,” tutur Mafrudah.
Inovasi berbasis web ini diharapkan dapat menjadi percontohan bagi madrasah lain dalam mengelola pembelajaran digital yang efektif, aman, dan akuntabel di era transformasi digital pendidikan.
Pengembangan platform digital mandiri ini sejalan dengan semangat MAN 1 Bantul sebagai madrasah CADAS Berkelas, yaitu Cerdas, Agamis, Demokratis, Adaptif, Smart, Berkarakter, Cinta Lingkungan, dan Anti Diskriminasi. Inovasi tersebut menjadi salah satu wujud nyata karakter adaptif dan cerdas dalam memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan mutu pendidikan. (asly)

