Yogyakarta, 3 Oktober 2026 — Siswa MAN 1 Bantul turut berpartisipasi dalam kegiatan Simpony 1001 Pembatik Yogyakarta yang digelar di kawasan Malioboro, Yogyakarta. Kegiatan tersebut menjadi salah satu rangkaian acara dalam memeriahkan 270 Tahun Kota Yogyakarta sekaligus menjadi momentum untuk mengenalkan dan melestarikan batik sebagai warisan budaya Indonesia.
Dalam kegiatan tersebut, MAN 1 Bantul mengirimkan lima siswa, yaitu Damayanti, Nayla, Dhiodafa, Faturrahman, dan Mahdyaning. Kelima siswa mengikuti kegiatan dengan penuh antusias dan menunjukkan kebanggaan terhadap budaya batik sebagai bagian dari identitas bangsa.
Partisipasi siswa MAN 1 Bantul dalam kegiatan ini didampingi oleh Sururin Khoiroh, S.Pd., Tatik Sutrismiyati, S.Pd., dan Sugiyat. Kehadiran para pendamping memberikan dukungan sekaligus memastikan siswa dapat mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan tertib dan penuh semangat.Tidak hanya mendampingi tetapi guru juga ikut berpartisipasi dalam membatik bersama siswa dengan suasana yang penuh ceria.
Simpony 1001 Pembatik Yogyakarta menjadi kegiatan yang menarik perhatian masyarakat karena menghadirkan semangat kebersamaan dalam mengenakan dan mengapresiasi batik. Kawasan Malioboro yang menjadi salah satu ikon Kota Yogyakarta semakin semarak dengan kehadiran para peserta yang mengenakan berbagai motif dan corak batik.
Bagi MAN 1 Bantul, keikutsertaan dalam kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi bentuk partisipasi dalam perayaan hari jadi Kota Yogyakarta. Kegiatan ini juga menjadi sarana pembelajaran kontekstual bagi siswa untuk memahami nilai budaya, kreativitas, serta pentingnya menjaga keberlanjutan batik di tengah perkembangan zaman.
Sururin Khoiroh, S.Pd., menyampaikan bahwa keterlibatan siswa dalam kegiatan budaya seperti ini memberikan pengalaman berharga. Siswa dapat belajar secara langsung bahwa
batik bukan hanya sebuah produk busana, tetapi juga memiliki nilai sejarah, seni, kreativitas, dan identitas budaya.
Melalui kegiatan Simpony 1001 Pembatik Yogyakarta, siswa MAN 1 Bantul diharapkan semakin memiliki rasa bangga terhadap budaya Indonesia dan terdorong untuk ikut melestarikan batik dalam kehidupan sehari-hari. Partisipasi ini sekaligus memperkuat komitmen madrasah dalam memberikan pengalaman belajar yang tidak hanya berlangsung di dalam kelas, tetapi juga melalui kegiatan budaya di tengah masyarakat.
Keikutsertaan MAN 1 Bantul dalam memeriahkan 270 Tahun Kota Yogyakarta menjadi wujud nyata semangat generasi muda untuk mencintai, mengenal, dan melestarikan budaya bangsa, khususnya batik sebagai warisan budaya Indonesia.(R2N)

