Dalam suasana yang penuh keprihatinan akibat maraknya aksi demonstrasi di berbagai daerah, para guru dan pegawai di lingkungan madrasah tetap menjaga semangat spiritual dan kebersamaan dengan melaksanakan Sholat Dhuha dan Mujahadah bersama pada hari Senin dan Selasa, 1–2 September 2025. Kegiatan ini dilangsungkan di lingkungan madrasah dan diikuti dengan khusyuk oleh seluruh bapak/ibu guru serta staf pegawai.
Pelaksanaan kegiatan ibadah ini menjadi salah satu bentuk ikhtiar spiritual untuk memohon perlindungan dan keselamatan bersama, di tengah situasi yang tidak menentu. Seperti diketahui, kegiatan pembelajaran sementara dialihkan secara daring (online) berdasarkan arahan pihak berwenang, guna menjaga keamanan dan ketertiban di tengah meningkatnya aksi unjuk rasa masyarakat.
Kepala Madrasah, Mafrudah, S.Ag., M.Pd.I, dalam sambutannya menyampaikan pesan penting kepada seluruh civitas madrasah. Beliau mengimbau agar seluruh elemen tetap berpikir positif, menjaga semangat kebersamaan, dan memperkuat doa serta harapan baik demi kebaikan semua.
“Situasi yang kita hadapi saat ini mengajarkan kita untuk tidak hanya mengandalkan ikhtiar lahir, tapi juga memperkuat ikhtiar batin. Mari kita tetap berhusnudzan, memperbanyak doa, dan menjaga ketenangan demi keselamatan kita bersama,” tutur Ibu Mafrudah.
Beliau juga menekankan pentingnya menjaga kedisiplinan dalam pembelajaran daring dan tetap menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab meskipun dalam kondisi yang serba terbatas.
Kegiatan Sholat Dhuha dan Mujahadah ini diakhiri dengan doa bersama yang dipimpin oleh salah satu guru agama, dengan harapan agar keadaan segera membaik dan proses pembelajaran bisa kembali berjalan normal seperti sediakala.
Dengan semangat kebersamaan dan kekuatan doa, diharapkan madrasah tetap menjadi tempat yang teduh dan memberi keteladanan, baik dalam aspek keilmuan maupun spiritual.(R2N)

