Bantul (MAN 1 Bantul) — Innalillahi wa inna ilaihi roji’un. Keluarga besar MAN 1 Bantul kembali menunjukkan solidaritas dan rasa kekeluargaan yang mendalam. Rombongan madrasah melaksanakan takziah ke rumah duka almarhum Bapak Noto Suwarno bin Atemo Pawiro, ayahanda dari Ketua Komite MAN 1 Bantul, Bapak H.M. Temu Panggih Raharja, di Kayuhan Kulon, Triwidadi, Pajangan pada Senin (19/01/2026).
Rombongan takziah kali ini dipimpin oleh Kepala Unit (Kanit) Keagamaan MAN 1 Bantul, Bapak Nurcholis. Kehadiran jajaran guru dan staf ini menjadi bentuk dukungan moril bagi keluarga yang ditinggalkan sekaligus mempererat tali silaturahmi yang telah terjalin kuat selama ini.
Kepala MAN 1 Bantul, Mafrudah, S.Ag., M.Pd.I., dalam kesempatan terpisah menyampaikan bahwa aksi cepat tanggap dan kepedulian ini merupakan cerminan dari visi Cadas Berkelas (Cerdas, Agamis, Demokratis, Adaptif, Smart; Berkarakter, Cinta Lingkungan, Anti Diskriminasi).
“Kegiatan takziah ini adalah implementasi nyata dari karakter Agamis dan Berkarakter yang kita tanamkan di madrasah. Kita harus Smart dan Adaptif dalam merespon situasi di lingkungan sekitar, terutama saat ada anggota keluarga besar madrasah yang sedang berduka,” ujar Mafrudah. Beliau juga menekankan bahwa empati tanpa membeda-bedakan adalah wujud dari sikap Anti Diskriminasi yang menjadi bagian dari jiwa madrasah.
Di rumah duka, Bapak Nurcholis memimpin langsung doa bersama dan tahlil singkat untuk almarhum. Dalam penyampaiannya, beliau mendoakan agar almarhum husnul khotimah dan seluruh amal ibadahnya diterima oleh Allah SWT.
“Kehadiran kami di sini adalah wujud rasa persaudaraan. Semoga keluarga Bapak H.M. Temu Panggih Raharja diberikan ketabahan dan kesabaran,” ungkap Nurcholis.
Dengan semangat kebersamaan ini, MAN 1 Bantul terus berkomitmen untuk tidak hanya unggul dalam prestasi, tetapi juga menjaga nilai-nilai kemanusiaan dan religiusitas sebagai fondasi utama madrasah. (srj)

