Siswa MAN 1 Bantul ‘Bedah’ Kitab Tafsir Kontemporer di Perpusda Bantul: Pengalaman Pertama Sentuh Kitab Tebal

Bantul (MAN 1 Bantul) — Suasana berbeda KBM Ilmu tafsir hari ini selasa (20/1/2026) di Perpusda Bantul. 24 siswa kelas XI FD1 MAN 1 Bantul tampak khusyuk membolak-balik lembaran buku tebal dalam memenuhi tugas kelompok Ilmu Tafsir.

​Hanya menempuh perjalanan selama 7 menit dari madrasah, para siswa antusias mengeksplorasi deretan koleksi literatur Islam yang tersedia di Perpusda Bantul. Fokus utama pembelajaran kali ini adalah mendalami bab Muhkamat dan Mutasyabihat—dua konsep krusial dalam memahami ayat-ayat Al-Qur’an.

​Tidak hanya mengandalkan buku paket Kemenag, para siswa ditantang untuk mencari referensi langsung dari sumber primer. Mereka membandingkan penafsiran dari berbagai era, mulai dari ​Tafsir Klasik yang menjadi rujukan utama ulama salaf. Dan buku tafsir ​Tafsir Kontemporer seperti tafsir Al Misbah dengan corak penafsiran modern yang menyesuaikan dengan konteks zaman sekarang.

​Langkah ini diambil agar siswa memahami bahwa diskursus mengenai ayat muhkamat (makna jelas tegas) dan mutasyabihat (makna samar) memiliki kekayaan perspektif yang sangat luas. ​Menariknya, bagi sebagian besar siswa XI FD1, ini adalah pengalaman pertama mereka berinteraksi langsung dengan kitab-kitab tafsir fisik yang berukuran besar dan tebal.
​”Biasanya kami hanya melihat kutipannya di buku paket atau mencari di internet. Hari ini rasanya beda sekali, bisa memegang langsung kitab yang tebalnya ribuan halaman. Ada sensasi bangga sekaligus tertantang untuk membacanya,” ujar salah satu siswa di sela-sela kegiatannya.

epala MAN 1 Bantul, Mafrudah, S.Ag., M.Pd.I., memberikan apresiasi mendalam atas kegiatan literasi keagamaan ini. Beliau menekankan bahwa kegiatan membedah kitab tafsir di luar kelas adalah perwujudan nyata dari visi Cadas Berkelas.

“Kegiatan ini mencerminkan karakter Agamis yang Cerdas. Siswa tidak hanya menghafal, tetapi berani membedah isi kitab untuk memahami nilai-nilai spiritual secara mendalam,” ujarnya.

Beliau juga menambahkan bahwa berinteraksi dengan kitab tafsir tebal melatih siswa menjadi pribadi yang Smart dan Adaptif. “Siswa belajar memproses informasi yang kompleks secara kritis. Ini adalah bagian dari pembentukan individu yang Berkarakter dan memiliki pandangan Demokratis serta Anti Diskriminasi, karena tafsir kontemporer seringkali mengajarkan cara pandang yang luas dan inklusif terhadap kemanusiaan,” imbuhnya.

​Pemilihan lokasi di Perpusda Bantul bukan tanpa alasan. Selain jaraknya yang sangat dekat dengan sekolah sehingga efisien secara waktu, fasilitas ini memiliki koleksi kitab yang cukup lengkap untuk menunjang kurikulum madrasah formal.
​KBM luar kelas ini diharapkan dapat menumbuhkan budaya literasi dan kecintaan siswa terhadap khazanah keilmuan Islam klasik (turots), sekaligus melatih ketelitian mereka dalam melakukan riset sederhana (Zid)