Siswa Otomotif Fase Dasar MAN 1 Bantul Ikuti Pemadatan Persiapan Prakerin, Siap Terjun ke Dunia Kerja April Mendatang

Bantul (MAN 1 Bantul )– Menjelang pelaksanaan Praktik Kerja Industri (Prakerin) yang akan dimulai bulan April mendatang, siswa jurusan Teknik Otomotif Fase Dasar (Kelas XI) MAN 1 Bantul mengikuti program Pemadatan Persiapan Prakerin secara intensif pada Senin (26/1/2026). Kegiatan yang berlangsung selama satu pekan ini dirancang khusus untuk membekali siswa dengan kompetensi teknis dan soft skill sesuai standar Dunia Usaha/Dunia Industri (DU/DI) mitra madrasah.

Program pemadatan ini mencakup berbagai simulasi praktik lapangan, mulai dari servis berkala, sistem kelistrikan dasar, hingga prosedur standar pelayanan konsumen di bengkel. Para siswa juga mendapat pembekalan terkait etos kerja, komunikasi profesional, keselamatan dan kesehatan kerja (K3), serta tata cara membuat laporan prakerin.

“Kami ingin memastikan anak-anak tidak hanya siap secara teknis, tetapi juga mental dan sikap. Mereka akan menjadi perwakilan madrasah di berbagai bengkel dan perusahaan mitra, jadi pembekalan karakter dan disiplin industri sangat kami tekankan,” ujar Fachrur Rozi, S.Pd., kepala bengkel otomotif, saat membuka sesi materi K3.

Salah satu siswa, Dimas, mengungkapkan antusiasmenya. “Semakin dekat waktu prakerin, semakin deg-deg juga. Tapi dengan pelatihan seperti ini, rasa percaya diri kami bertambah. Kami jadi lebih paham apa yang akan dihadapi nanti di tempat prakerin.”

Kegiatan ini juga menjadi ajang komunikasi intensif dengan perwakilan dari beberapa DU/DI mitra, seperti bengkel resmi sepeda motor dan mobil, yang memberikan sharing session mengenai ekspektasi dunia kerja terhadap peserta prakerin.

Menyambut baik persiapan yang matang ini, Kepala MAN 1 Bantul, Mafrudah,S.Ag., M.Pd.I., menyatakan kebanggaannya. “Saya sangat mengapresiasi langkah strategis ini. Pemadatan prakerin bukan sekadar ritual, tetapi bentuk tanggung jawab madrasah dalam memastikan anak-anak kami benar-benar siap untuk belajar dan berkontribusi di lingkungan kerja yang sesungguhnya.”

Mafrudah menekankan pentingnya sinergi antara madrasah dengan DU/DI. “Kerja sama yang erat dengan mitra industri adalah kunci keberhasilan pendidikan vokasi. Kami berharap, dengan bekal yang solid ini, siswa tidak hanya menjadi tenaga praktikan yang baik, tetapi juga mampu menyerap ilmu sebanyak-banyaknya, membangun jaringan, dan bahkan membuka peluang karir masa depan mereka,” pungkasnya.

Prakerin siswa otomotif MAN 1 Bantul akan dilaksanakan selama kurang lebih tiga bulan di berbagai bengkel dan workshop terkemuka di wilayah Bantul, Yogyakarta, dan sekitarnya. (faro)