BANTUL (MAN 1 Bantul) – Menyambut penerimaan peserta didik baru tahun ajaran 2026/2027, Program Keahlian Teknik otomotif MAN 1 Bantul menggelar proses seleksi khusus untuk gelombang jalur mandiri. Tidak hanya mengandalkan nilai akademik, tim guru produktif secara aktif melakukan tes wawancara langsung terhadap setiap calon siswa. Kegiatan yang berpusat di bengkel otomotif madrasah ini berlangsung khidmat selama dua hari, senin-Selasa (26-27/1/2026).
Proses wawancara dirancang untuk menyaring kualitas non-akademik calon peserta didik. Para guru produktif, seperti Fachrur Rozi, S.Pd., dan Khamdani, S.Pd., dengan cermat menggali motivasi, pemahaman dasar, minat, serta kesiapan mental para calon siswa dalam menghadapi dunia otomotif yang penuh tantangan.
“Ini langkah strategis. Kami ingin memastikan bahwa siswa yang masuk benar-benar memiliki minat dan komitmen di bidang ini. Pembelajaran di bengkel menuntut ketekunan, ketelitian, dan keselamatan kerja yang tinggi. Passion sangat penting,” jelas Rozi di sela-sela kegiatan.
Inisiatif para guru ini mendapat apresiasi tinggi dari pimpinan madrasah. Kepala MAN 1 Bantul, Mafrudah, S.Ag., M.Pd.I., menegaskan bahwa langkah ini sejalan dengan visi madrasah untuk mencetak lulusan yang unggul, terampil, dan berkarakter.
“Saya sangat mendukung dan bangga dengan langkah proaktif tim guru otomotif. Proses wawancara ini pada hakikatnya adalah fit and proper test yang alamiah. Tujuannya untuk memastikan kecocokan antara calon siswa dengan karakteristik pembelajaran produktif yang kami terapkan,” ujar Mafrudah.
Ia menambahkan, fondasi minat dan komitmen yang kuat sejak awal akan sangat mempengaruhi keberhasilan dan semangat belajar siswa selama tiga tahun mendatang. “Kami tidak ingin siswa salah pilih jurusan. Dengan seleksi yang lebih komprehensif ini, diharapkan kualitas input siswa akan meningkat, yang berdampak langsung pada prestasi dan kesiapan alumni di dunia industri.”
Kepala madrasah yang berpandangan visioner ini berharap metode rekrutmen yang lebih mendalam ini dapat menarik bibit-bibit unggul calon mekanik dan teknisi yang tidak hanya terampil, tetapi juga berakhlak mulia. “Ini adalah bentuk tanggung jawab guru terhadap kualitas pendidikan. Semoga menjadi awal yang baik untuk menyambut generasi penerus yang kompeten dan berkomitmen,” pungkas Mafrudah.
Dengan adanya seleksi wawancara ini, MAN 1 Bantul menunjukkan komitmennya dalam menjaga kualitas pembelajaran di jurusan otomotif, sekaligus memberikan perhatian serius pada pembentukan karakter dan minat belajar peserta didik sejak dari proses penerimaan.(faro)

