Bantul (MAN 1 Bantul) — Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Sosiologi Madrasah Aliyah se-Daerah Istimewa Yogyakarta kembali digelar sebagai upaya peningkatan kompetensi dan profesionalisme guru. Kegiatan MGMP kali ini dilaksanakan di MAN 3 Bantul dan diikuti oleh guru-guru sosiologi MA dari berbagai kabupaten/kota di DIY (1/2/2026)
Dua guru Sosiologi dari MAN 1 Bantul turut berpartisipasi aktif dalam kegiatan tersebut. Fokus utama MGMP adalah penyusunan Rencana Pembelajaran Mendalam (RPM) dengan pendekatan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC), sebuah pendekatan pembelajaran yang menekankan nilai kasih sayang, empati, kepedulian sosial, dan karakter kebangsaan dalam proses belajar mengajar.
Kegiatan MGMP menghadirkan narasumber Ibu Sasa Senja, guru Sosiologi dari MAN 3 Sleman, yang menyampaikan materi secara komprehensif mengenai konsep, prinsip, serta implementasi Rencana Pembelajaran Mendalam berbasis Kurikulum Berbasis Cinta dalam mata pelajaran Sosiologi. Dalam pemaparannya, narasumber menekankan pentingnya pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada capaian kognitif, tetapi juga menyentuh aspek afektif dan nilai kemanusiaan peserta didik.
Setelah sesi pemaparan materi, anggota MGMP melaksanakan kegiatan praktik penyusunan RPM. Peserta dibagi ke dalam beberapa kelompok berdasarkan kelas yang diampu, sehingga penyusunan perangkat pembelajaran dapat disesuaikan dengan karakteristik dan kebutuhan peserta didik pada tiap jenjang. Diskusi antaranggota berlangsung aktif dan kolaboratif, mencerminkan semangat saling belajar dan berbagi praktik baik antar madrasah.

Kepala MAN 1 Bantul, Ibu Mafrudah, menyampaikan apresiasi atas keikutsertaan guru-guru Sosiologi MAN 1 Bantul dalam kegiatan MGMP tersebut. Menurutnya, MGMP menjadi wadah strategis untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di madrasah.
“Kami sangat mendukung keikutsertaan guru dalam MGMP, karena melalui forum ini guru dapat memperkaya wawasan, meningkatkan kompetensi profesional, serta menguatkan implementasi Kurikulum Berbasis Cinta di madrasah. Harapannya, hasil dari MGMP ini dapat diterapkan secara nyata dalam pembelajaran Sosiologi sehingga mampu membentuk karakter peserta didik yang berilmu, berakhlak, dan memiliki kepedulian sosial,” tutur Ibu Mafrudah.
Melalui kegiatan MGMP Sosiologi ini, diharapkan guru-guru Sosiologi Madrasah Aliyah se-DIY semakin siap dalam merancang dan melaksanakan pembelajaran yang bermakna, kontekstual, dan berlandaskan nilai-nilai cinta, sejalan dengan visi pendidikan madrasah. (NV)

