BANTUL (MAN 1 Bantul)– Suasana bengkel Teknik otomotif MAN 1 Bantul berubah menjadi arena pembuktian kompetensi yang penuh tensi, Senin (9/2/2026). Seluruh siswa kelas XI (Fase dasar) program keahlian Otomotif dengan penuh konsentrasi menjalani Ujian Kompetensi Pra-Prakerin, sebuah tes praktik skala besar dan ketat yang menjadi gerbang wajib sebelum mereka diterjunkan ke dunia industri.
Ujian selama dua hari penuh ini secara komprehensif menguji kemampuan inti calon teknisi, meliputi perawatan engine, analisis sistem kelistrikan, tune-up performa mesin, dan service berkala standar industri. Setiap siswa wajib menyelesaikan job sheet dengan ketat sesuai Standar Prosedur Operasional (SOP) bengkel, di bawah pengawasan super ketat para guru produktif dan perwakilan asesor dari Dunia Usaha/Dunia Industri (DU/DI) mitra. Denting alat, desis kompresor, dan atmosfer kerja serius mendominasi ruangan, menggambarkan geliat profesionalisme muda yang sedang diuji.
“Ini lebih dari ujian sekolah. Ini seperti sertifikasi mini kami sendiri. Semua dinilai detail: kecepatan diagnosa, akurasi, efisiensi kerja, hingga attitude di bengkel. Tekanan ini justru memacu kami untuk membuktikan kesiapan kami,” ujar dafa, peserta ujian, sambil fokus melakukan pengukuran kompresi.
Memonitor langsung ketelitian dan disiplin tinggi para siswa, Kepala MAN 1 Bantul, Mafrudah, S.Ag., M.Pd.I., menyampaikan apresiasi mendalam dan penjelasan strategis mengenai posisi ujian ini dalam peta besar pendidikan vokasi madrasah.
“Aktivitas di bengkel kita hari ini bukan ritual akademis biasa. Ini adalah proses seleksi alam sekaligus pencetakan karakter dasar bagi calon technopreneur dan pekerja industri masa depan,” tegas Mafrudah dengan penuh wibawa di tengah hiruk-pikuk bengkel.
“Setiap alat yang mereka pegang, setiap rangkaian yang mereka periksa, adalah simbol tanggung jawab. Ujian kompetensi ini kita desain sebagai benteng kualitas terakhir di madrasah sebelum mereka menghadapi ekosistem riil industri. Prakerin adalah duta besar kita di lapangan. Hanya yang telah membuktikan kompetensi teknis unggul (hard skill) dan kematangan sikap kerja (soft skill) yang akan kita kirim, untuk menjaga dan meningkatkan kredibilitas madrasah di mata mitra industri terbaik kita.”
Lebih lanjut, pemimpin madrasah yang berpandangan jauh ke depan ini menekankan pentingnya akuntabilitas dan keselarasan kurikulum. “Momen evaluasi ini juga merupakan cermin refleksi bagi sistem pendidikan produktif kita. Standar penilaian kita ambil langsung dari benchmark industri, karena filosofi kita jelas: tidak ada ruang untuk gap antara bangku madrasah dan lantai produksi. Lulusan kita harus plug and play, siap berkontribusi dari hari pertama.”
Di akhir kunjungannya, Mafrudah memberikan amanat yang membakar semangat. “Kepada para pejuang di bengkel ini, kalian sedang memperjuangkan tiket ke masa depan yang lebih kompetitif. Performa kalian hari ini adalah modal awal dan rekomendasi terbaik kalian. Kepada dewan guru dan asesor, tegakkan standar setinggi mungkin, tanpa toleransi untuk kelalaian. Kita sedang membangun legasi bahwa lulusan Otomotif MAN 1 Bantul adalah sinonim untuk keahlian terpercaya, disiplin baja, dan integritas tanpa cela. BERTANDINGLAH DENGAN JUJUR, BEKERJALAH DENGAN BENAR, DAN MENANGLAH DENGAN BANGGA!”
MAN 1 Bantul dalam mewujudkan madrasah CADAS BERKELAS—cerdas melalui penguasaan kompetensi teknis berstandar industri, agamis dengan penanaman nilai kejujuran, amanah, dan tanggung jawab kerja, serta demokratis dengan penerapan penilaian yang objektif dan adil bagi seluruh peserta ujian tanpa diskriminasi. Sikap adaptif dan smart tercermin dari keselarasan kurikulum dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri yang terus berkembang. Sementara itu, pembentukan pribadi yang berkarakter tampak dari disiplin, etos kerja, dan integritas siswa selama proses ujian berlangsung. Kepedulian terhadap cinta lingkungan diwujudkan melalui budaya kerja bengkel yang tertib, aman, dan ramah lingkungan, serta komitmen anti diskriminasi yang menjamin setiap siswa memperoleh kesempatan yang sama untuk membuktikan kompetensi terbaiknya
Ujian Kompetensi Pra-Prakerin ini merupakan bukti nyata komitmen MAN 1 Bantul dalam mengawal pendidikan vokasi yang bermutu, akuntabel, dan berorientasi pada kesiapan kerja penuh. Melalui proses filter yang ketat dan berbasis standar industri, madrasah tidak hanya menjamin kualitas output yang dikirim ke mitra, tetapi juga secara sistematis membangun brand equity lulusannya di pasar tenaga kerja terampil. Langkah strategis ini dipercaya akan memperkuat jejaring kemitraan, membuka akses Prakerin dan rekruitmen yang lebih premium, serta pada akhirnya menaikkan daya saing alumni di kancah yang semakin dinamis.(faro)

