Bantul (MAN 1 Bantul) – Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Sejarah Madrasah Aliyah Daerah Istimewa Yogyakarta menyelenggarakan pertemuan rutin berupa pelatihan penyusunan modul ajar pada Selasa (10/2/2026), di Gedung PSBB MAN 3 Sleman. Kegiatan ini diikuti guru sejarah MA dari berbagai kabupaten/kota di DIY sebagai upaya meningkatkan profesionalisme dan kompetensi pendidik.
Ketua MGMP Sejarah MA DIY, Luki Fidiantoro, S.Pd., dalam sambutannya menyampaikan bahwa guru sejarah memiliki peran penting dalam membentuk karakter peserta didik. Pembelajaran sejarah tidak hanya menyampaikan fakta masa lalu, tetapi juga menanamkan nilai kemanusiaan, toleransi, dan kecintaan terhadap budaya bangsa.
Materi pertama disampaikan oleh Heni Prilantari, S.Pd., M.Pd., pengawas Kabupaten Bantul, mengenai integrasi Kurikulum Berbasis Cinta dalam pembelajaran sejarah. Konsep ini menekankan pembelajaran yang humanis, reflektif, dan berorientasi pada pembentukan karakter peserta didik melalui pendekatan empati dan penghargaan terhadap keberagaman.

Materi kedua disampaikan oleh Kuncoro Hadi, M.A., dosen Ilmu Sejarah FISIP UNY, yang membahas suplemen materi sejarah dan integrasi sejarah lokal dalam pembelajaran. Ia menekankan pentingnya pemanfaatan sejarah lokal sebagai sumber belajar kontekstual agar peserta didik lebih dekat dengan lingkungan sosial dan budayanya.
Peserta terlihat antusias mengikuti kegiatan yang diisi dengan diskusi dan berbagi praktik baik antar guru. Diharapkan hasil pelatihan dapat diimplementasikan dalam penyusunan modul ajar sehingga pembelajaran sejarah menjadi lebih bermakna, kontekstual, dan menyentuh aspek karakter siswa.
Kegiatan ditutup dengan laporan organisasi dan rencana tindak lanjut MGMP sebagai komitmen bersama untuk terus meningkatkan kualitas pembelajaran sejarah di madrasah. (Dast)

