BANTUL (MAN 1 Bantul) – Bengkel Teknik Otomotif MAN 1 Bantul menjadi ajang pembuktian kemampuan teknis dasar, Selasa (10/2/2026). Puluhan siswa kelas X (Fase E) program keahlian Otomotif dengan antusias dan penuh konsentrasi mengikuti Ujian Kompetensi Dasar dengan materi Pengukuran Ketebalan Kampas Rem Tromol. Ujian praktik ini merupakan bagian dari penilaian sumatif untuk menguji pemahaman dan keterampilan dasar sistem pengereman, salah satu komponen kritis keselamatan berkendara.
Setiap siswa secara bergiliran melakukan prosedur pelepasan tromol, inspeksi visual, hingga pengukuran presisi ketebalan kampas menggunakan micrometer atau jangka sorong sesuai spesifikasi teknis dari manual. Di bawah pengawasan guru produktif, mereka dinilai berdasarkan prosedur kerja yang benar, keakuratan pengukuran, pengetahuan tentang batas keausan (wear limit), serta penerapan keselamatan kerja. Suasana tampak fokus dan serius, meski sesekali terdengar diskusi ringan antar siswa mengenai temuan pengukuran mereka.
“Ini ujian pertama kami di bidang otomotif yang benar-benar praktik spesifik. Ternyata mengukur ketebalan kampas itu tidak sekadar angka, tapi harus tahu standar amannya dan cara membaca alat ukur yang tepat. Sangat menantang dan membuka wawasan,” ujar Azam, salah satu peserta ujian.
Mengamati langsung antusiasme dan keseriusan para siswa kelas X, Kepala MAN 1 Bantul, Mafrudah, S.Ag., M.Pd.I., menyampaikan apresiasi dan penekanan filosofis tentang pentingnya ujian dasar berbasis kompetensi.
“Saya sangat senang melihat api semangat belajar dan kesungguhan dari siswa-siswi kita yang baru menginjakkan kaki di dunia otomotif. Ujian seperti pengukuran kampas rem tromol ini mungkin terlihat sederhana, tetapi mengandung makna yang sangat dalam,” ungkap Mafrudah.
“Ini adalah tentang membangun fondasi. Fondasi keterampilan teknis yang presisi, fondasi penghargaan terhadap prosedur standar, dan yang terpenting, fondasi kesadaran keselamatan (safety first). Rem adalah nyawa kendaraan. Dengan memahami dan mampu memeriksa komponen vital ini, kita tidak hanya menciptakan calon teknisi yang terampil, tetapi juga calon pengguna jalan yang bertanggung jawab.”
Lebih lanjut, Mafrudah menjelaskan bahwa penanaman nilai sejak dini ini adalah investasi jangka panjang. “Fase E (kelas X) adalah fase pengenalan dan penanaman kebiasaan kerja yang benar. Kita ingin budaya teliti, cermat, dan taat aturan ini mengakar kuat sebelum mereka melangkah ke kompetensi yang lebih kompleks di fase berikutnya. Kualitas seorang teknisi andal dimulai dari penguasaan yang sempurna terhadap hal-hal yang dianggap dasar.”
Ia juga menegaskan bahwa kegiatan ini selaras dengan tag line MAN 1 Bantul, CADAS BERKELAS: Cerdas, Agamis, Demokratis, Adaptif, Smart, Berkarakter, Cinta Lingkungan, dan Anti Diskriminasi.
“Cerdas tercermin dari ketelitian dan kemampuan analisis siswa dalam membaca hasil pengukuran. Agamis terlihat dari sikap jujur, disiplin, dan tanggung jawab dalam setiap tahapan praktik. Demokratis tampak dari ruang diskusi yang terbuka antara siswa dan guru. Adaptif dan smart diwujudkan melalui penguasaan teknologi alat ukur modern. Berkarakter tercermin dari keteguhan mematuhi prosedur keselamatan kerja. Cinta lingkungan tampak dari pengelolaan limbah bengkel yang tertib dan kesadaran menjaga kebersihan area praktik. Dan yang tak kalah penting, anti diskriminasi menjadi prinsip bahwa setiap siswa mendapat kesempatan yang sama untuk belajar, berlatih, dan menunjukkan kompetensinya,” jelasnya.
Di akhir kunjungannya, Kepala Madrasah memberikan dorongan moral. “Teruslah semangat, anak-anakku. Rasa ingin tahu dan keberanian untuk praktik langsung adalah modal terbesar kalian. Jadikan setiap ujian praktik seperti hari ini sebagai batu pijakan untuk mengasah keahlian. Kepada para guru, pertahankan semangat mereka dan terus tegakkan standar dasar yang tinggi. Dari hal fundamental inilah lahir teknisi-teknisi hebat MAN 1 Bantul di masa depan.”
Ujian Kompetensi Dasar pengukuran kampas rem tromol ini meneguhkan pendekatan bertahap dan berbasis kompetensi yang diterapkan oleh program keterampilan otomotif MAN 1 Bantul. Dengan menekankan pada presisi, prosedur, dan keselamatan sejak jenjang awal, madrasah tidak hanya membangun kompetensi teknis, tetapi juga karakter profesional yang berlandaskan nilai-nilai CADAS BERKELAS sebagai bekal berharga siswa dalam menapaki jenjang pendidikan vokasi selanjutnya dan karier di dunia industri otomotif. (Faro)

