Yogyakarta – Guru MAN 1 Bantul mengikuti kegiatan workshop bertajuk “FKUB Goes to School; Perluasan dan Kendalanya” yang diselenggarakan pada Rabu, 12 Februari 2026 di Kenes Soho, Jl. Magelang KM 5,5 Yogyakarta. Kegiatan ini diikuti kurang lebih 30 peserta yang terdiri dari perwakilan FKUB Kabupaten/Kota se-DIY serta perwakilan sekolah dan madrasah.
Workshop ini bertujuan untuk merumuskan strategi konkret dalam menanamkan semangat toleransi dan kerukunan di kalangan pelajar, sekaligus membahas tantangan implementasi program kerukunan di satuan pendidikan.
Hadir sebagai narasumber, H. Sidik Pramono, M.Si (Kabid Dikmad Kanwil Kemenag DIY), Dr. G. Sri Nurhartanto, S.H., LL.M (Rektor Universitas Atma Jaya Yogyakarta), serta Bapak Tugiman yang menyampaikan perspektif dan peran Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga dalam mendukung program kerukunan di sekolah.
Dalam pemaparannya, H. Sidik Pramono menegaskan pentingnya peran madrasah dalam membangun budaya toleransi sejak dini.
“Madrasah memiliki peran strategis dalam menanamkan nilai-nilai toleransi karena pendidikan agama menjadi fondasi utama pembentukan karakter. Namun dalam praktiknya, ruang perjumpaan lintas agama di madrasah memang terbatas karena peserta didik relatif homogen. Perbedaan yang muncul lebih pada perbedaan golongan atau pemahaman. Karena itu, perlu diinisiasi program lintas agama, seperti kemah kerukunan atau forum pertemuan pelajar lintas iman, agar pengalaman toleransi tidak hanya bersifat teoritis tetapi juga praksis,” ungkapnya.
Sementara itu, Dr. G. Sri Nurhartanto menekankan bahwa toleransi tidak cukup diajarkan sebagai konsep, tetapi harus dihidupkan dalam interaksi nyata antar pelajar. Ia mendorong kolaborasi antarsekolah dan lembaga pendidikan untuk memperluas ruang dialog.
Bapak Tugiman juga menyampaikan bahwa Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga siap bersinergi dengan FKUB dan Kementerian Agama dalam merancang program yang menyentuh langsung peserta didik melalui kegiatan kokurikuler dan ekstrakurikuler berbasis penguatan karakter kebangsaan.
Perwakilan MAN 1 Bantul, Sholahuddin Zamzambela, menyambut baik kegiatan tersebut sebagai ruang refleksi sekaligus penguatan peran guru dalam membangun moderasi beragama di lingkungan madrasah.
“Sebagai guru Al-Qur’an Hadis, saya melihat bahwa nilai toleransi sesungguhnya sangat kuat dalam ajaran Islam. Tantangannya adalah bagaimana mengemasnya menjadi pengalaman belajar yang kontekstual bagi siswa. Workshop ini membuka wawasan bahwa kolaborasi lintas lembaga sangat penting agar semangat kerukunan tidak hanya berhenti pada slogan, tetapi menjadi gerakan bersama di kalangan pelajar,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, diharapkan program FKUB Goes to School tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi mampu diperluas dan diimplementasikan secara berkelanjutan di sekolah dan madrasah, sehingga generasi muda tumbuh dengan semangat toleransi, saling menghormati, dan menjaga kerukunan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.(zm)

