Bantul (MAN 1 Bantul) — Eny Sofia, guru Bahasa Inggris dari MAN 1 Bantul, mengikuti kegiatan Focus Group Discussion (FGD) dalam rangka workshop pengembangan profesionalisme guru Bahasa Inggris melalui pendekatan deep learning dan refleksi kolaboratif. Kegiatan ini diselenggarakan pada Selasa, 10 Februari 2026, bertempat di SMA N 2 Bantul.
Workshop tersebut dipandu oleh dua narasumber dari Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, yakni Eko Purwati, S.Pd., M.Hum., Ph.D. dan Endro Dwi H, S.Pd., M.A., Ph.D. Keduanya memberikan pendampingan kepada para peserta dalam memahami konsep pembelajaran mendalam serta pentingnya refleksi kolaboratif dalam pengembangan profesional guru.
Kegiatan FGD ini difokuskan pada analisis kebutuhan pengembangan profesionalisme guru Bahasa Inggris, khususnya dalam menghadapi tantangan pembelajaran abad ke-21. Para peserta diajak untuk mengidentifikasi kendala, potensi, serta peluang peningkatan kompetensi melalui diskusi kelompok dan berbagi pengalaman mengajar.

Dalam kegiatan tersebut, Eny Sofia menyampaikan bahwa FGD ini sangat bermanfaat untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Menurutnya, melalui diskusi yang terarah dan refleksi bersama, guru dapat lebih memahami kebutuhan pengembangan diri serta strategi pembelajaran yang efektif bagi peserta didik.
“Melalui kegiatan ini, kami dapat saling berbagi praktik baik dan mendapatkan wawasan baru tentang penerapan deep learning dalam pembelajaran Bahasa Inggris,” ujarnya.
Panitia berharap, kegiatan workshop dan FGD ini dapat menjadi langkah awal dalam membangun komunitas belajar guru yang kolaboratif, inovatif, dan berkelanjutan. Dengan demikian, profesionalisme guru Bahasa Inggris di Kabupaten Bantul dapat terus meningkat seiring dengan perkembangan dunia pendidikan.
Kepala MAN 1 Bantul, Mafrudah, S.Ag., M.Pd.I., mengapresiasi keikutsertaan guru Bahasa Inggris dalam kegiatan FGD tersebut. Saya berharap pengetahuan yang diperoleh dalam kegiatan FGD ini dapat diterapkan dalam pembelajaran di kelas dan menciptakan karakter siswa yang “ CADAS BERKELAS” (Cerdas, Agamis, Demokratis, Adaptif, Smart, Berkarakter, Cinta Lingkungan, Anti Diskriminasi) sehingga tercipta pembelajaran Bahasa Inggris yang bermakna, berkesadaran dan menyenangkan ungkap Mafrudah, S.Ag., MPd.I. (Sof)

