Bantul, Rabu (25/2/2026) – Siswa kelas XII FL4 MAN 1 Bantul menunjukkan semangat dan kesungguhan dalam mengikuti Ujian Praktik Perawatan Jenazah yang dilaksanakan di lingkungan madrasah. Ujian ini merupakan bagian dari evaluasi pembelajaran Fikih yang menekankan penguasaan kompetensi praktik ibadah kemasyarakatan, khususnya dalam pelaksanaan fardhu kifayah.
Dalam pelaksanaannya, siswa diuji secara berkelompok dengan tahapan memandikan, mengkafani, menyalatkan, hingga prosedur pengurusan jenazah sesuai tuntunan syariat Islam. Penilaian tidak hanya berfokus pada ketepatan tata cara, tetapi juga pada bacaan doa, kekompakan tim, adab, serta kesungguhan dalam menjalankan setiap proses. Suasana ujian berlangsung tertib dan khidmat, mencerminkan keseriusan siswa dalam mengikuti kegiatan tersebut.
Penguji praktik, Sholahuddin Zamzambela, S.Ag., menyampaikan apresiasi atas kesiapan dan kesungguhan siswa. Menurutnya, ujian ini bukan sekadar formalitas akademik, melainkan bekal nyata bagi kehidupan bermasyarakat. “Ilmu perawatan jenazah adalah kewajiban kolektif umat Islam. Kami berharap siswa tidak hanya mampu saat ujian, tetapi juga siap terjun langsung ketika dibutuhkan di lingkungan masyarakat,” ungkapnya.
Kepala MAN 1 Bantul, Mafrudah, S.Ag., M.Pd.I., turut memberikan dukungan dan motivasi kepada siswa. Beliau menegaskan bahwa pembelajaran di madrasah harus menyentuh aspek teoritis sekaligus praktis. “Madrasah tidak hanya mencetak siswa yang unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian sosial dan kesiapan menjalankan tanggung jawab keagamaan. Praktik seperti ini menjadi bagian penting dalam membentuk karakter religius peserta didik,” tuturnya.
Melalui ujian praktik ini, MAN 1 Bantul terus berkomitmen menghadirkan pendidikan yang aplikatif dan relevan dengan kebutuhan masyarakat. Semangat yang ditunjukkan XII FL4 menjadi bukti bahwa generasi madrasah siap menjadi pribadi yang tanggap, peduli, dan berperan aktif dalam kehidupan sosial keagamaan.(zm)

