Bantul — Bapak dan Ibu Guru MAN 1 Bantul mengikuti pengajian rutin dengan penuh kekhusyukan dan antusiasme. Kajian kali ini memfokuskan pembahasan pada Hadis ke-9 dalam kitab Al-Arba’in An-Nawawiyah yang sarat dengan pesan tentang ketaatan dan prinsip kemudahan dalam Islam.
Pengajian disampaikan oleh Kyai Maimun, S.Ag. dengan penjelasan yang mendalam dan kontekstual. Dalam pemaparannya, beliau menguraikan sabda Rasulullah ﷺ:
“Apa yang aku larang bagi kalian maka jauhilah, dan apa yang aku perintahkan kepada kalian maka laksanakanlah semampu kalian…”
Hadis ke-9 yang berisi pesan Rasulullah ﷺ agar umat Islam menjauhi perkara yang dilarang dan melaksanakan perintah sesuai kemampuan, menjadi refleksi bersama tentang prinsip kemudahan (taysir) dalam Islam serta pentingnya sikap proporsional dalam beragama. Islam tidak membebani umatnya di luar batas kesanggupan, namun tetap menuntut kesungguhan dan komitmen dalam menjalankan ajaran-Nya.
Kyai Maimun juga menjelaskan bahwa kehancuran umat-umat terdahulu salah satunya disebabkan oleh banyaknya pertanyaan yang tidak perlu serta sikap menyelisihi para nabi mereka. Oleh karena itu, umat Islam diajak untuk bersikap tawadhu’, patuh, dan tidak berlebihan dalam beragama, serta senantiasa menempatkan syariat dalam koridor keseimbangan.

Kegiatan diawali dengan sambutan Kepala MAN 1 Bantul, Mafrudah, S.Ag., M.Pd.I. Dalam arahannya, beliau menyampaikan pentingnya penguatan spiritual bagi guru sebagai pondasi dalam menjalankan tugas pendidikan.
“Hadis ke-9 ini sangat relevan bagi kita sebagai pendidik. Dalam mendidik siswa, kita juga perlu memahami prinsip kemampuan dan proporsionalitas. Begitu pula dalam menjalankan ajaran agama, kita harus istiqamah tanpa berlebih-lebihan,” tutur beliau.
Suasana pengajian berlangsung khidmat. Para guru terlihat mencatat poin-poin penting dan mengikuti sesi diskusi dengan penuh perhatian. Kegiatan ini menjadi bagian dari ikhtiar MAN 1 Bantul dalam meneguhkan komitmen membangun madrasah yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga kokoh dalam spiritualitas dan akhlak.
Melalui kajian Hadis ke-9 ini, diharapkan seluruh pendidik semakin memahami nilai keseimbangan dalam Islam serta mampu mengimplementasikannya dalam kehidupan pribadi maupun dalam proses pembelajaran di madrasah.(zm)

