BANTUL (MAN 1 Bantul) – Dalam upaya memperkuat pemahaman keagamaan yang lurus, mendalam, dan moderat, MAN 1 Bantul menggelar kajian rutin Kitab Arba’in Nawawi bagi guru dan tenaga kependidikan. Kegiatan ini dilaksanakan setiap hari selama Ramadhan mulai Senin hingga Kamis pukul 12.30–13.30 WIB bertempat di Masjid Raudlatul Muttaqin MAN 1 Bantul. Ketika berita ini diturunkan (4/3/2026) sudah sampai hadits yang ke-13.
Kitab Arba’in Nawawi merupakan karya monumental yang disusun oleh Imam Yahya bin Syaraf An-Nawawi, ulama’ terkenal pada zaman keemas an Islam Dinasti Abbasyiyah. Kitab ini berisi 42 hadits pilihan yang mencakup pokok-pokok ajaran Islam (jawami’ul kalim), meliputi aspek akidah, syariah, dan akhlak. Karena kandungannya yang ringkas namun padat makna, kitab ini sangat populer dan menjadi rujukan dasar umat Islam di seluruh dunia serta sering dihafalkan oleh para penuntut ilmu.

Kajian tersebut dipandu langsung oleh Kyai Maimun Mabarun, S. Ag., Guru PAI MAN 1 Bantul yang baru saja purna karya. Meski telah memasuki masa pensiun, semangat beliau dalam membimbing dan menebarkan ilmu tetap menyala. Dengan penyampaian yang sistematis dan kontekstual, peserta diajak memahami hadits-hadits Nabi secara mendalam sekaligus relevan dengan tantangan zaman.
Kepala MAN 1 Bantul, Hj. Mafrudah, S. Ag., M. Pd. I. dalam keterangannya menyampaikan bahwa kajian ini merupakan bagian dari ikhtiar madrasah dalam membangun fondasi spiritual yang kuat bagi seluruh civitas akademika. “Kami ingin guru dan tenaga kependidikan memiliki pemahaman agama yang utuh dan moderat. Dengan mengkaji Arba’in Nawawi, kita kembali pada pokok ajaran Islam yang bersumber dari hadits-hadits pilihan yang sarat makna,” tuturnya.
Salah satu guru peserta kajian, M. Kamdani, S. Pd. mengaku sangat terbantu dengan adanya kegiatan rutin ini. “Walaupun hadits-haditsnya sudah sering kita dengar, penjelasan yang mendalam membuat kami semakin memahami esensi ajaran Islam, terutama dalam membangun akhlak dan keikhlasan dalam bekerja,” ungkapnya.
Senada dengan itu, salah satu tenaga kependidikan, Soegiyat, menyampaikan bahwa kajian ini menjadi oase di tengah padatnya aktivitas administrasi. “Kegiatan ini menambah ketenangan batin dan memperkuat niat kami dalam bekerja sebagai bagian dari ibadah,” ujarnya.
Dengan digelarnya kajian rutin Kitab Arba’in Nawawi, MAN 1 Bantul berharap seluruh guru dan tenaga kependidikan semakin kokoh dalam pemahaman agama, mampu mengamalkan nilai-nilai Islam secara moderat, serta menjadi teladan bagi para siswa dalam kehidupan sehari-hari. Ini sejalan dengan tagline MAN 1 Bantul yang sedang gencar disosialisasikan: CADAS BERKELAS (Cerdas, Agamis, Demokratis, Adaptif, Smart, Berkarakter, Cinta Lingkungan, dan Anti Diskriminasi.” (chr).

