Sepuluh Guru MAN 1 Bantul Ikuti Diklat Online Pintar Kemenag Public Speaking

Bantul (MAN 1 Bantul)– Sepuluh guru dari MAN 1 Bantul mengikuti kegiatan Diklat Online Pintar Kementerian Agama Republik Indonesia dengan tema Public Speaking yang dilaksanakan pada 5–9 Maret 2026. Kegiatan ini diselenggarakan secara daring melalui platform PINTAR Kementerian Agama sebagai upaya meningkatkan kompetensi komunikasi para pendidik dalam kegiatan pembelajaran maupun di ruang publik.

Pelatihan di PINTAR berbasis MOOC (Massive Open Online Course) dilakukan secara asynchronous dan sepenuhnya online, sehingga tidak ada jadwal Zoom ataupun tatap muka. Peserta dapat mendaftar dan melakukan pelatihan sampai selesai secara mandiri. Pelatihan dilaksanakan selama lima hari dan dapat diikuti kapan pun serta di mana pun sesuai kebutuhan peserta selama masih dalam periode pelaksanaan pelatihan.

Diklat ini diikuti oleh para guru dari berbagai mata pelajaran di MAN 1 Bantul. Salah satu peserta yang mengikuti kegiatan tersebut adalah guru Kimia MAN 1 Bantul, Siti Nuroniyah, S.Pd., M.Pd. Bersama sembilan guru lainnya, Siti mengikuti rangkaian materi, diskusi, serta tugas praktik yang diberikan oleh para narasumber.

Selama lima hari pelaksanaan, peserta mendapatkan berbagai materi penting terkait teknik berbicara di depan umum, seperti membangun kepercayaan diri saat berbicara, teknik menyusun materi presentasi yang efektif, penggunaan bahasa tubuh, pengelolaan suara, hingga strategi menyampaikan pesan agar lebih menarik dan mudah dipahami oleh audiens. Materi diklat berisi kelompok inti meliputi teknik dasar public speaking, kompetensi pembicara, peran komunikasi verbal dan nonverbal dalam aktivitas public speaking, serta klasifikasi aktivitas dalam penataan acara.

Menurut Siti Nuroniyah, diklat ini sangat bermanfaat bagi guru karena kemampuan public speaking sangat dibutuhkan dalam kegiatan mengajar maupun saat menyampaikan materi di berbagai forum pendidikan. Public speaking juga merupakan kemampuan yang memadukan empat elemen pendidikan yaitu sains, keterampilan, seni, dan jiwa.

“Melalui pelatihan ini kami mendapatkan banyak wawasan baru tentang cara menyampaikan materi secara lebih menarik, percaya diri, dan komunikatif. Hal ini tentu sangat membantu dalam proses pembelajaran di kelas,” ungkapnya. Setelah selesai mengikuti pembelajaran, peserta diharapkan dapat memahami teknik dasar public speaking dan mempraktikkan berbagai metode penyajian yang efektif.

Kepala MAN 1 Bantul, Mafrudah, S.Ag., M.Pd.I., memberikan apresiasi terhadap keikutsertaan para guru dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, peningkatan kompetensi guru melalui pelatihan seperti ini sangat penting untuk mendukung kualitas pembelajaran di madrasah.

“Pelatihan ini sangat relevan bagi guru karena kemampuan komunikasi yang baik akan memperkuat proses pembelajaran serta meningkatkan kepercayaan diri guru dalam menyampaikan gagasan di berbagai forum. Kami berharap para guru dapat mengimplementasikan ilmu yang diperoleh sehingga pembelajaran di madrasah semakin berkualitas,” tuturnya.

Mafrudah juga menegaskan bahwa kegiatan pengembangan kompetensi guru sejalan dengan semangat madrasah dalam mewujudkan tagline CADAS BERKELAS yaitu Cerdas, Agamis, Demokratis, Adaptif, Smart, Berkarakter, Cinta Lingkungan, dan Anti Diskriminasi. Nilai-nilai tersebut menjadi komitmen bersama dalam membangun budaya belajar yang unggul, inklusif, dan berkarakter di lingkungan madrasah.

Dengan mengikuti diklat ini, para guru MAN 1 Bantul diharapkan dapat meningkatkan kualitas komunikasi dalam pembelajaran serta mampu menjadi komunikator yang lebih efektif di lingkungan sekolah maupun masyarakat.

Kegiatan Diklat Online PINTAR Kemenag ini juga menjadi bagian dari upaya pengembangan profesional berkelanjutan bagi para guru, sehingga mereka dapat terus meningkatkan kompetensi dan kualitas pelayanan pendidikan di madrasah. (Nia)