BANTUL (MAN 1 Bantul) – Menunggu waktu berbuka puasa menjadi momentum berharga bagi siswa putri kelas X E3 MAN 1 Bantul untuk memperdalam wawasan keagamaan. Mereka mengikuti sesi diskusi kelompok terpumpun dalam rangkaian kegiatan Pesantren Ramadan yang dilaksanakan di masjid madrasah Pada Selasa (10/3/2026).
Istimewanya, sesi keputrian kali ini menghadirkan Kepala Madrasah sebagai pemateri pertama. Dalam suasana yang akrab dan santai, para siswa putri dibagi ke dalam beberapa kelompok untuk mendiskusikan materi fikih wanita, khususnya terkait manajemen darah haid dan hal-hal yang dilarang saat masa tidak suci. Para siswi nampak antusias menuangkan poin-poin hasil diskusi ke dalam lembar kerja besar yang disediakan.
Kegiatan ini dirancang untuk membangun pemahaman yang komprehensif mengenai kewajiban dan batasan ibadah bagi perempuan. Dengan metode diskusi kelompok, para siswi lebih leluasa untuk bertanya dan membedah persoalan sehari-hari yang berkaitan dengan kesucian wanita.
“Kami belajar banyak tentang detail-detail ibadah yang khusus bagi perempuan. Ternyata diskusinya seru karena kami bisa langsung menuliskan apa yang kami pahami bersama teman-teman kelompok,” ujar tania salah satu siswi kelas X E3 di sela kegiatan.
Kepala MAN 1 Bantul memberikan apresiasi tinggi atas keaktifan siswa putri dalam mendalami literasi keagamaan ini. Beliau menekankan bahwa penguasaan fikih wanita adalah fondasi penting bagi muslimah yang memiliki identitas CADAS BERKELAS.
“Diskusi ini adalah upaya kita membentuk muslimah yang cerdas secara pemikiran dan agamis dalam bersikap, sesuai napas CADAS BERKELAS,” ungkap Kepala Madrasah.
Melalui kegiatan ini, MAN 1 Bantul berharap para siswa putri tidak hanya sekadar menjalani rutinitas ibadah, tetapi benar-benar memahaminya secara mendalam. Pengetahuan ini diharapkan menjadi bekal yang akan terus bermanfaat bagi mereka dalam menjaga kesucian dan kualitas spiritualitas di masa depan. (ska)

