Bantul – MAN 1 Bantul menyelenggarakan kegiatan Pesantren Ramadhan Putri pada tanggal 10–11 Maret 2026 yang diikuti oleh seluruh siswi kelas X dan XI. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bagian dari program pembinaan keagamaan di bulan suci Ramadhan, dengan fokus utama pada pendalaman materi Fikih Wanita.
Pesantren Ramadhan Putri ini dirancang untuk memberikan pemahaman yang lebih komprehensif kepada para siswi mengenai berbagai persoalan fikih yang berkaitan dengan kehidupan perempuan muslimah. Materi yang disampaikan meliputi pembahasan tentang thaharah bagi perempuan, hukum haid, nifas, istihadhah, ibadah dalam kondisi tertentu, serta adab dan etika muslimah dalam kehidupan sehari-hari.
Selama dua hari pelaksanaan, para peserta mengikuti berbagai sesi kajian, diskusi, serta tanya jawab yang memungkinkan mereka memahami persoalan fikih secara lebih mendalam dan aplikatif. Antusiasme para siswi terlihat dari aktifnya mereka dalam mengajukan pertanyaan serta berbagi pengalaman terkait praktik ibadah dalam kehidupan sehari-hari.
Kepala MAN 1 Bantul, Mafrudah, S.Ag., M.Pd.I, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan Pesantren Ramadhan Putri merupakan bagian dari komitmen madrasah untuk memberikan pembekalan keagamaan yang relevan dengan kebutuhan peserta didik.
Ia menegaskan bahwa pemahaman tentang fikih wanita sangat penting dimiliki oleh para siswi sebagai bekal dalam menjalankan ibadah dengan benar.
“Melalui Pesantren Ramadhan Putri ini, kami berharap para siswi MAN 1 Bantul dapat memahami persoalan fikih wanita secara lebih baik, sehingga mereka mampu menjalankan ibadah dengan benar sekaligus memiliki kesadaran religius yang kuat dalam kehidupan sehari-hari,” ungkap Mafrudah.
Selain sebagai sarana peningkatan pemahaman keagamaan, kegiatan ini juga menjadi ruang pembinaan karakter bagi para siswi agar semakin tumbuh menjadi pribadi muslimah yang berilmu, berakhlak, dan memiliki kesadaran beragama yang matang.
Dengan terselenggaranya kegiatan Pesantren Ramadhan Putri ini, MAN 1 Bantul berharap para siswi tidak hanya memperoleh pengetahuan keagamaan, tetapi juga mampu mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari, sehingga nilai-nilai Islam dapat tercermin dalam sikap dan perilaku mereka.(zm)

