Guru Kimia MAN 1 Bantul Ikuti MGMP Kimia SMA/MA di SMA N Bambanglipuro

Bantul (MAN 1 Bantul) — Guru Kimia MAN 1 Bantul, Siti Nuroniyah, S.Pd., M.Pd., mengikuti kegiatan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Kimia SMA/MA yang diselenggarakan pada Rabu (1/4/2026). Kegiatan ini bertempat di SMA N Bambanglipuro dan diikuti oleh para guru kimia dari berbagai SMA dan MA di wilayah Kabupaten Bantul.

Mengusung tema “Sinergi Tanpa Batas: Mewujudkan Kesetimbangan Hati dan Etos Kerja Guru Kimia di Bulan Syawal”, kegiatan MGMP ini bertujuan untuk memperkuat kolaborasi antar guru sekaligus meningkatkan profesionalisme dalam pembelajaran kimia, khususnya setelah menjalani bulan Ramadan.

Pada kesempatan ini Pengawas SMA Balai Dikmen Kab. Bantul-Bapak Warsono, M.Pd, memberikan tausiyah dan  motivasi menjaga fitroh tantangan. Ramadhan pembersih, melatih kita untuk kembali fitrah. Perlu direnungkan. Ar Rum 30 “Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama (Islam); (sesuai) fitrah Allah disebabkan Dia telah menciptakan manusia menurut (fitrah) itu. Tidak ada perubahan pada ciptaan Allah. (Itulah) agama yang lurus, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui”.  Seberapa kualitas fitrah kita, dapat dilihat dari:

  • Kasih sayang. Memiliki sikap yang tenang, tidak mudah marah, serta tidak reaktif dalam menghadapi berbagai situasi.
  • Ketenangan, menunjukkan sikap kasih sayang dengan rela memberi tanpa banyak menuntut atau meminta imbalan.
  • Kebahagiaan dalam mendidik dan belajar. Kebahagiaan merupakan indikator rasa syukur. Bersyukur berarti mampu merasakan kebahagiaan. Kebahagiaan dapat diwujudkan dengan sikap ridha terhadap setiap ketetapan yang diberikan kepada kita. Dalam kondisi apa pun, kita harus tetap berusaha bahagia. Oleh karena itu, dalam mendidik tidak boleh dilandasi rasa benci, melainkan harus dengan kasih sayang.
  • Kekuatan batin. Munculnya kekuatan batin sebagai sumber keteguhan dalam menjalani peran dan tanggung jawab.
  • Kemurnian (suci dan ikhlas). Keikhlasan akan teruji ketika situasi tidak sesuai dengan harapan. Jika dalam mendidik masih muncul emosi dan keluhan, berarti keikhlasan belum sepenuhnya terbentuk. Oleh karena itu, penting untuk senantiasa mendoakan, karena yang membolak-balikkan hati adalah Allah.

Adapun tantangan yang dihadapi antara lain:

  1. Ego (egoisme): sikap mementingkan diri sendiri yang perlu dibatasi karena dapat menghambat kolaborasi dan sinergi.
  2. Kemarahan: emosi yang perlu dikendalikan agar tidak berdampak negatif.
  3. Cinta dunia berlebihan: ketergantungan yang tinggi pada hal duniawi, sehingga perlu diseimbangkan dengan kepentingan akhirat.
  4. Syahwat: dorongan kuat terhadap kenikmatan yang perlu dikendalikan.
  5. Arogansi (kesombongan): sikap merasa lebih tinggi dari orang lain yang harus dihindari.Dalam suasana Syawal yang penuh semangat kebersamaan dan saling memaafkan, para peserta diajak untuk merefleksikan kembali peran guru tidak hanya sebagai pendidik, tetapi juga sebagai teladan dalam menjaga keseimbangan antara hati, spiritualitas, dan etos kerja. Diskusi yang berlangsung hangat mencakup strategi pembelajaran inovatif, penguatan karakter peserta didik, serta pentingnya menjaga semangat kerja pasca-Ramadan.

Kepala MAN 1 Bantul, Mafrudah, S.Ag., M.Pd.I, memberikan apresiasi atas keikutsertaan guru dalam kegiatan MGMP tersebut. Beliau menyampaikan bahwa forum MGMP menjadi sarana strategis untuk meningkatkan kompetensi profesional sekaligus memperkuat nilai-nilai spiritual dan karakter guru.

“Keikutsertaan guru dalam MGMP tidak hanya berdampak pada peningkatan kualitas pembelajaran, tetapi juga menjadi momentum refleksi diri dalam menjaga keseimbangan antara kecerdasan intelektual, emosional, dan spiritual. Hal ini sangat penting dalam membentuk guru yang tidak hanya kompeten, tetapi juga berkarakter,” ungkapnya.

Beliau juga menambahkan bahwa kegiatan ini selaras dengan tag line MAN 1 Bantul, yaitu CADAS BERKELAS (Cerdas, Agamis, Demokratis, Adaptif, Smart, Berkarakter, Cinta Lingkungan, dan Anti Diskriminasi). Menurutnya, nilai-nilai yang diangkat dalam kegiatan MGMP, seperti ketenangan, kasih sayang, keikhlasan, dan pengendalian diri, merupakan bagian dari implementasi nyata karakter CADAS BERKELAS dalam dunia pendidikan.

“Melalui kegiatan seperti ini, diharapkan para guru MAN 1 Bantul semakin mampu mengimplementasikan nilai CADAS BERKELAS dalam proses pembelajaran, sehingga dapat menciptakan lingkungan belajar yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga kuat dalam pembentukan karakter peserta didik,” tambahnya.

Siti Nuroniyah menyampaikan bahwa kegiatan MGMP ini sangat bermanfaat sebagai wadah berbagi pengalaman dan praktik baik dalam pembelajaran kimia. “Melalui forum ini, kami dapat saling menginspirasi dan memperkuat sinergi antar guru untuk terus meningkatkan kualitas pembelajaran di kelas,” ujarnya.

Selain sesi diskusi, kegiatan juga diisi dengan pemaparan materi dan sharing session antar guru, yang semakin memperkaya wawasan peserta. Diharapkan, hasil dari kegiatan ini dapat diimplementasikan di masing-masing sekolah sehingga mampu memberikan dampak positif bagi peserta didik.

Dengan adanya kegiatan MGMP ini, diharapkan terjalin sinergi yang semakin kuat antar guru kimia dalam mewujudkan pembelajaran yang bermakna, seimbang secara emosional dan profesional, serta selaras dengan semangat bulan Syawal. (nia)