Bantul (MAN 1 Bantul) — Madrasah Aliyah terus berkomitmen menyiapkan peserta didik yang siap menghadapi dunia kerja melalui program Praktik Kerja Industri (PRAKERIN). Pada Senin (6/4/2026), sebanyak dua siswa jurusan otomotif resmi diterjunkan untuk mengikuti kegiatan PRAKERIN di Bengkel Sultoni sebagai mitra industri.
Kegiatan prakerin ini akan berlangsung selama kurang lebih tiga bulan, dimulai dari 6 April hingga 4 Juli 2026. Dalam kurun waktu tersebut, para siswa akan mendapatkan kesempatan belajar secara langsung di lingkungan kerja nyata, khususnya di bidang perbengkelan otomotif. Mereka akan terlibat dalam berbagai aktivitas, mulai dari servis ringan, perawatan kendaraan, hingga memahami prosedur kerja dan standar keselamatan di bengkel.
Program ini menjadi salah satu bentuk implementasi pembelajaran berbasis praktik yang dirancang untuk menjembatani kesenjangan antara teori yang diperoleh di kelas dengan kebutuhan dunia industri. Dengan terjun langsung ke lapangan, siswa diharapkan mampu mengasah keterampilan teknis, meningkatkan kepercayaan diri, serta memahami dinamika dunia kerja yang sesungguhnya.
Pihak Bengkel Sultoni menyambut baik kehadiran para siswa PRAKERIN. Mereka berkomitmen memberikan pendampingan dan pengalaman kerja yang relevan agar siswa dapat belajar secara optimal. Selain keterampilan teknis, siswa juga akan dibimbing dalam hal kedisiplinan, tanggung jawab, serta etika kerja yang menjadi bekal penting di dunia profesional.
Kepala madrasah, Ibu Mafrudah, S.Ag., M.Pd.I, dalam tanggapannya menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini. Ia menegaskan bahwa PRAKERIN merupakan program strategis dalam mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga siap bersaing di dunia kerja.
“Melalui Prakerin kami ingin memberikan pengalaman nyata kepada siswa agar mereka tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu mengaplikasikannya secara langsung. Kami berharap siswa dapat memanfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya untuk belajar, beradaptasi, dan menunjukkan sikap profesional,” ujarnya.
Lebih lanjut, beliau juga menekankan pentingnya kerja sama antara lembaga pendidikan dan dunia usaha dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia. Menurutnya, kemitraan dengan dunia industri seperti bengkel otomotif menjadi kunci dalam menciptakan pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan zaman.
Dengan adanya kegiatan prakerin ini, diharapkan siswa mampu memperoleh pengalaman berharga yang tidak hanya meningkatkan kompetensi di bidang otomotif, tetapi juga membentuk karakter kerja yang tangguh, mandiri, dan bertanggung jawab. Program ini sekaligus menjadi langkah nyata madrasah dalam mempersiapkan generasi muda yang siap terjun ke dunia kerja maupun melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. (nv)

