BANTUL (MAN 1 Bantul) – Masalah emosional dan stres di kalangan remaja menjadi perhatian serius bagi institusi pendidikan. Sebagai langkah proaktif, MAN 1 Bantul menyelenggarakan pelatihan Pertolongan Pertama Pada Luka Psikologis (P3LP). Kegiatan yang bekerja sama dengan Puskesmas Bantul II ini digelar pada Rabu (15/4/2026) bertempat di Aula madrasah.
Pelatihan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman mengenai dukungan psikologis awal bagi siswa yang mengalami tekanan mental, sehingga kondisi emosional mereka dapat distabilkan sebelum dirujuk ke penanganan profesional.
Kepala MAN 1 Bantul menyampaikan apresiasi yang mendalam atas terselenggaranya kolaborasi ini. Beliau menegaskan bahwa kesehatan mental adalah fondasi utama bagi keberhasilan akademik siswa. “Kami menyadari bahwa prestasi tidak hanya lahir dari kecerdasan intelektual, tetapi juga kematangan emosional. Dengan pelatihan P3LP ini, kami berharap madrasah menjadi lingkungan yang aman dan responsif terhadap kondisi psikologis siswa. Ini adalah ikhtiar kita bersama untuk memanusiakan siswa dalam setiap proses belajarnya.” katanya.
Senada dengan hal tersebut, perwakilan Guru Bimbingan Konseling MAN 1 Bantul, Candra Ade Pertiwi, S. Kom. I, mengungkapkan bahwa pelatihan ini memberikan alat praktis bagi tenaga pendidik dalam mendeteksi dini gejala stres pada peserta didik. “Selama ini, banyak siswa yang ragu untuk bercerita. Melalui teknik P3LP yang diajarkan oleh tim Puskesmas Bantul II, kami kini memiliki protap yang lebih sistematis untuk melakukan psychological first aider. Fokus kita adalah mendengarkan tanpa menghakimi dan menenangkan siswa agar mereka merasa didukung.” tandasnya.
Antusiasme juga terlihat dari para siswa yang mengikuti kegiatan ini. Salah satu peserta dari kelas FD 2, Chanifah Uswah Chasanah, merasa bahwa materi yang disampaikan sangat relevan dengan dinamika pergaulan remaja saat ini. “Awalnya saya kira ini hanya ceramah biasa, ternyata sangat berguna. Sekarang saya jadi lebih tahu bagaimana cara merespons teman yang sedang down atau menangis tanpa membuatnya merasa terpojok. Ternyata hal sederhana seperti menjadi pendengar yang baik itu sangat berarti bagi kesehatan mental teman kita.” terangnya.
Secara umum kegiatan P3LP ini bermanfaat untuk meningkatkan kemampuan mengenali gejala trauma, menyediakan dukungan emosional yang empatik, serta menciptakan lingkungan madrasah yang aman dan tangguh mental. Melalui pelatihan ini, MAN 1 Bantul dan Puskesmas Bantul II berharap dapat membangun jejaring dukungan sebaya dan lingkungan sekolah yang lebih peduli terhadap isu-isu kesehatan mental. Kegiatan ini sejalan dengan tagline MAN 1 Bantul yang sedang gencar disosialisasikan: CADAS BERKELAS “Cerdas, Agamis, Demokratis, Adaptif, Smart, Berkarakter, Cinta Lingkungan, dan Anti Diskriminasi.” (chr).

