Bantul (MAN 1 Bantul) – Dalam upaya terus meningkatkan kualitas pedagogik dan memperluas jejaring profesional, guru Bahasa Inggris MAN 1 Bantul mengikuti kegiatan seminar bertajuk “Communication and Networking Seminar”. Acara ini diselenggarakan oleh Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Bahasa Inggris SMA/MA DIY pada Selasa (21/04/2026).
Kegiatan yang berlangsung di SMAN 1 Banguntapan ini menjadi momentum penting bagi para pendidik untuk memperbarui metode pengajaran di tengah dinamika pendidikan modern.
Seminar yang berlangsung mulai pukul 12.30 hingga 15.30 WIB ini merupakan hasil kolaborasi apik antara MGMP Bahasa Inggris SMA/MA DIY dengan The Mangrove Global. Kemitraan ini bertujuan untuk membawa perspektif internasional ke dalam ruang kelas lokal melalui penguatan kemampuan komunikasi dan pembangunan jejaring antar-pendidik.
Agenda utama seminar ini difokuskan pada tiga poin krusial bagi pengembangan profesi guru, di antaranya:
- Refleksi Tantangan Mengajar: Guru diajak untuk mengidentifikasi hambatan dalam pembelajaran bahasa asing di era digital dan mencari solusi kreatif.
- Berbagi Praktik Baik (Best Practice): Menjadi ajang tukar pikiran mengenai metode pembelajaran yang sukses diimplementasikan di sekolah masing-masing.
- Penguatan Kerjasama: Mempererat sinergi antar-pengurus dan anggota MGMP Bahasa Inggris SMA/MA se-DIY guna menciptakan ekosistem pendidikan yang solid.
Kepala MAN 1 Bantul, Ibu Mafrudah, memberikan apresiasi tinggi terhadap partisipasi para guru dalam kegiatan berskala regional ini. Menurutnya, kompetensi dalam membangun jejaring adalah aset berharga bagi seorang pendidik.
“Kami sangat mendukung partisipasi guru dalam seminar ini. Di era sekarang, guru Bahasa Inggris bukan hanya berperan sebagai pengajar tata bahasa, tetapi juga sebagai jembatan komunikasi global bagi siswa. Saya berharap wawasan dari The Mangrove Global ini dapat diimplementasikan di kelas untuk menciptakan pembelajaran yang lebih interaktif dan berwawasan luas,” ungkap Ibu Mafrudah.
Keikutsertaan guru MAN 1 Bantul dalam kegiatan ini membuktikan komitmen madrasah dalam mendukung peningkatan kompetensi SDM secara berkelanjutan. Dengan wawasan baru mengenai komunikasi dan jejaring, diharapkan para guru dapat menginspirasi siswa untuk lebih percaya diri berkomunikasi dalam bahasa Inggris serta siap menghadapi tantangan global.
Sebagai penutup rangkaian acara, seluruh peserta mengikuti sesi diskusi panel dan ramah tamah yang memperkuat ikatan persaudaraan antar-guru Bahasa Inggris di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta. Kegiatan diakhiri dengan sesi foto bersama sebagai simbol sinergi dan semangat kolaborasi yang kuat.( dryh)

