Refleksikan Makna Ramadan dalam Puisi, Kepala Madrasah dan 3 Guru MAN 1 Bantul Raih Penghargaan Literasi dari KYM

BANTUL (MAN 1 Bantul) – Suasana haru dan gembira menyelimuti lapangan upacara MAN 1 Bantul pada Senin (20/4/2026). Di tengah heningnya barisan upacara bendera, prestasi membanggakan diumumkan Kepala Madrasah beserta tiga orang guru berhasil meraih penghargaan literasi tingkat nasional atas partisipasi mereka dalam antologi puisi bersama Menteri Agama RI.

Program bertajuk “Aksara Cinta Ramadan” ini merupakan inisiatif literasi bergengsi yang digerakkan oleh Komunitas Yuk Menulis (KYM). Program ini mengajak para pendidik di bawah naungan Kemenag RI untuk menuangkan refleksi spiritual bulan suci ke dalam bait-bait puisi, yang kemudian dibukukan bersama Menteri Agama RI, Prof. Dr. Nasaruddin Umar.

Penghargaan berupa sertifikat dan trofi diserahkan sebagai bentuk apresiasi bagi para penulis terpilih tahun 2026. Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa semangat literasi di lingkungan MAN 1 Bantul tidak hanya berhenti pada teks pelajaran, tetapi juga merambah pada karya kreatif yang menyentuh kalbu. Para penerima penghargaan tersebut adalah Mafrudah, S. Ag., M. Pd. I., sebagai Kepala Madrasah, Lina Mutiasih, S. Pd., M.Pd. (Guru Fisika), Sururin Khoiroh, S.Pd. (Guru Tata Busana), dan Suharyono, S.Pd. (Guru Geografi).

Kepala MAN 1 Bantul, Mafrudah, S.Ag., M.Pd.I. mengungkapkan rasa gembiranya dengan penghargaan ini. “Alhamdulillah, penghargaan ini adalah kado indah bagi keluarga besar madrasah. Menulis puisi ‘Aksara Cinta Ramadan’ ini bukan sekadar mengejar sertifikat, melainkan upaya kami merefleksikan kedekatan hamba dengan Sang Pencipta. Saya berharap capaian ini menjadi pemantik bagi seluruh guru dan siswa untuk terus berkarya. Madrasah kita harus menjadi lumbung literasi yang hidup.” Ungkapnya dengan penuh riang.

Lina Mutiasih, S.Pd., M.Pd. mewakili guru penerima penghargaan berkata, “Bisa bersanding dalam satu buku antologi bersama Bapak Menteri Agama adalah kehormatan luar biasa. Proses kreatif menulis puisi di tengah kesibukan mengajar memberikan ketenangan tersendiri. Kami ingin menunjukkan kepada siswa bahwa guru pun tetap belajar dan terus berupaya menghasilkan karya nyata.”

Siswa dari Kelas X E2, Kayla Aldawiah ikut berbangga atas prestasi yang diraih Kepala Madrasah dan tiga guru tercintanya. “Kami sangat bangga melihat Ibu Kepala Madrasah dan Bapak/Ibu guru penerima penghargaan hari ini bukan hanya untuk memimpin, tapi sebagai teladan dalam berkarya. Melihat prestasi ini, kami para siswa jadi merasa tertantang dan termotivasi. Ternyata literasi itu keren dan bisa membawa kita ke tingkat nasional.”

Keberhasilan ini diharapkan dapat memperkuat ekosistem literasi di MAN 1 Bantul. Dengan keterlibatan langsung pimpinan dan tenaga pendidik dalam karya sastra nasional, MAN 1 Bantul semakin mengukuhkan posisinya sebagai madrasah yang unggul, tidak hanya secara akademik, tetapi juga dalam kecerdasan emosional dan spiritual melalui tulisan. Hal ini sejalan dengan tagline MAN 1 Bantul yang sedang gencar disosialisasikan: CADAS BERKELAS (Cerdas, Agamis, Demokratis, Adaptif, Smart, Berkarakter, Cinta Lingkungan, dan Anti Diskriminasi). (chr).