BANTUL (MAN 1 Bantul)– Suasana di ruang guru MAN 1 Bantul pada Jumat pagi (24/4/2026) tampak berbeda dari biasanya. Meski jam pelajaran sedang berlangsung, sudut-sudut ruangan yang biasanya riuh dengan diskusi ringan kini terasa lebih tenang dan lengang.
Rupanya, para guru yang sedang tidak memiliki jadwal mengajar tengah fokus di depan layar perangkat masing-masing. Mereka bukan sekadar berselancar di dunia maya, melainkan sedang mendalami Pelatihan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) yang diselenggarakan melalui platform Massive Open Online Course (MOOC) Pintar Kemenag.
Program KBC ini hadir sebagai langkah strategis Kementerian Agama untuk mentransformasi wajah pendidikan di madrasah agar menjadi lebih humanis dan inklusif. Melalui pendekatan ini, pendidikan tidak hanya soal transfer ilmu pengetahuan (transfer of knowledge), tetapi juga penanaman nilai kasih sayang yang mendalam.
Pelatihan yang berlangsung pada 22–28 April 2026 ini diikuti dengan antusiasme tinggi. Hal ini terlihat dari ketatnya masa pendaftaran yang telah resmi ditutup sejak 21 April lalu.
Dalam pelatihan ini, para guru MAN 1 Bantul dibekali dengan lima pilar utama yang menjadi pondasi Kurikulum Berbasis Cinta. Pertama, Cinta Allah dan Rasul: Menjadikan nilai spiritualitas sebagai napas dalam setiap aktivitas belajar. Kedua, Cinta Ilmu: Menumbuhkan rasa haus akan pengetahuan yang berkelanjutan. Ketiga, Cinta Lingkungan: Membangun kesadaran menjaga ekosistem sekitar madrasah. Keempat, Cinta Diri dan Sesama: Memperkuat empati, menghargai perbedaan, dan kesehatan mental. Kelima, Cinta Tanah Air: Menanamkan jiwa patriotisme dan moderasi beragama.
Metode pelatihan yang dilakukan secara mandiri dan full online melalui aplikasi PINTAR memberikan fleksibilitas bagi para pendidik. Di tengah kesibukan mengajar, guru-guru MAN 1 Bantul tetap dapat meningkatkan kompetensi mereka tanpa harus meninggalkan kewajiban di kelas.
Kepala MAN 1 Bantul, Mafrudah, S. Ag., M. Pd. I., sangat mengapresiasi keikutsertaan para guru dalam pelatihan ini. “Kami sangat mendukung penuh keikutsertaan Bapak dan Ibu guru dalam pelatihan KBC ini. Visi kami adalah menjadikan MAN 1 Bantul bukan hanya tempat transfer ilmu, tapi rumah yang hangat bagi siswa. Melalui platform MOOC Pintar, akselerasi kompetensi guru jadi lebih mudah. Saya berharap nilai-nilai dari lima pilar cinta tersebut benar-benar terinternalisasi dalam budaya kerja kita sehari-hari.” katanya dengan nada semangat.
Guru Senior Bahasa Inggris, Eni Sofia, S.Pd. menegaskan pentingnya mengikuti pelatihan. “Meskipun dilakukan secara mandiri dan full online, materi di aplikasi PINTAR ini sangat menggugah. Bagi saya yang sudah cukup lama mengajar, konsep ‘Cinta Diri dan Sesama’ mengingatkan kembali bahwa keberhasilan pendidikan dimulai dari hubungan batin yang baik antara guru dan murid. Ini adalah penyegaran yang sangat humanis.” terangnya.
Guru muda Bahasa Jawa, Winda Sukma Yulia juga terlihat antusias mengikuti pelatihan ini. “Pelatihan ini sangat relevan. Dengan Kurikulum Berbasis Cinta, kita diajak untuk melihat siswa bukan sekadar angka di atas kertas, tapi sebagai manusia yang harus disentuh hatinya agar proses belajar menjadi lebih bermakna,” ujarnya di sela-sela sesi mandirinya.
Dengan partisipasi aktif dalam pelatihan ini, MAN 1 Bantul berkomitmen untuk terus menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan penuh kasih bagi seluruh civitas akademika. Kegiatan seperti ini sejalan dengan tagline MAN 1 Bantul yang sedang gencar disosialisasikan: CADAS BERKELAS (Cerdas, Agamis, Demokratis, Adaptif, Smart, Berkarakter, Cinta Lingkungan, dan Anti Diskriminasi). (chr)

