Tim 3 Presentasikan Hasil Diskusi Review KSP 2024/2025 di Aula MAN 1 Bantul

BANTUL (MAN 1 Bantul) – Tim 3 MAN 1 Bantul mempresentasikan hasil diskusi review Kurikulum Satuan Pendidikan (KSP) tahun ajaran 2024/2025 di Aula MAN 1 Bantul pada Jumat (17/4/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari evaluasi dan penyempurnaan kurikulum madrasah. Tim 3 terdiri Arfi Nurdiyantoro selaku koordinator, dengan anggota Tri Darmanto, Tatik Sutrismiyati, dan Bintang Rizandani. Seluruh konten kurikulum yang direview disesuaikan dengan Keputusan Menteri Agama (KMA) Nomor 1503 Tahun 2025 yang merupakan pedoman implementasi kurikulum terbaru pada RA, MI, MTs, MA, dan MAK .

KMA 1503 Tahun 2025 merupakan perubahan atas KMA Nomor 450 Tahun 2024 yang bertujuan mempercepat penguatan mutu pendidikan madrasah . Dalam regulasi ini terdapat tiga komponen utama kurikulum yang harus diimplementasikan secara terintegrasi, yaitu intrakurikuler, kokurikuler, dan ekstrakurikuler . Selain itu, KMA terbaru juga memperkenalkan konsep Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) dengan nilai Panca Cinta yang menjadi fondasi pembelajaran: Cinta kepada Allah dan Rasul, Cinta Ilmu, Cinta Lingkungan, Cinta Diri dan Sesama, serta Cinta Tanah Air .

Presentasi yang berlangsung di hadapan Tim Pengembang Kurikulum MAN 1 Bantul ini membahas keempat komponen penting dalam KSP Bab Pengorganisian Pembelajaran. Setiap anggota tim memaparkan bagian sesuai dengan pembagian tugas dan bidang keahlian masing-masing, dengan tetap mengacu pada regulasi KMA 1503 Tahun 2025. Arfi Nurdiyantoro selaku koordinator memaparkan hasil review terhadap program Intrakurikuler, menyampaikan catatan terkait efektivitas pembelajaran di kelas serta usulan penyesuaian yang selaras dengan kebijakan pembelajaran mendalam (deep learning) sebagaimana diamanatkan KMA terbaru .

Selanjutnya, Tri Darmanto mendapatkan tugas untuk menyampaikan hasil review tentang struktur kurikulum. Dalam presentasinya, Tri memaparkan alokasi waktu pembelajaran, pembagian jam pelajaran per minggu, serta distribusi mata pelajaran di setiap jenjang kelas. Tri juga memastikan bahwa struktur kurikulum yang diusulkan telah mempertimbangkan penambahan jam untuk kegiatan kokurikuler pada mata pelajaran tertentu sesuai ketentuan dalam KMA 1503 tahun 2025 . “Kami juga memperhatikan penguatan rumpun keagamaan dan fleksibilitas kurikulum yang kontekstual,” ujarnya .

Tatik Sutrismiyati kemudian memaparkan hasil review tentang program keterampilan. Sebagai guru yang membidangi program plus keterampilan, Tatik menyampaikan evaluasi terhadap tiga bidang keterampilan yang selama ini berjalan di MAN 1 Bantul, yaitu Multimedia, Tata Busana, dan Otomotif. Beliau mengusulkan peningkatan jam praktik, penambahan mitra industri untuk magang siswa, serta penguatan sertifikasi kompetensi bagi lulusan. Seluruh usulan diselaraskan dengan arah kebijakan kurikulum terbaru yang menekankan pada penguatan karakter peserta didik dan pembelajaran mendalam .

Sementara itu, Bintang Rizandani yang sehari-hari menjabat sebagai staf kesiswaan menyampaikan hasil review untuk program Ekstrakurikuler, Program Mandatori, dan Program Kekhasan. Dalam paparannya, Bintang memaparkan evaluasi terhadap berbagai kegiatan ekstrakurikuler di MAN 1 Bantul seperti Pramuka, PMR, olahraga, seni, jurnalistik, hingga kelompok ilmiah remaja. Terkait program kekhasan, Bintang menekankan pentingnya integrasi nilai Panca Cinta ke dalam seluruh kegiatan kesiswaan, sebagaimana spirit KMA 1503 Tahun 2025 yang menempatkan Kurikulum Berbasis Cinta sebagai fondasi utama pendidikan madrasah .

Kegiatan review KSP ini berlangsung interaktif dengan banyaknya masukan dari peserta rapat. Hasil presentasi Tim 3 akan digabungkan dengan tim lain untuk dirumuskan menjadi dokumen KSP final yang sepenuhnya mengacu pada KMA Nomor 1503 Tahun 2025. Kepala MAN 1 Bantul, Hj. Mafrudah, S.Ag., M.Pd.I., mengapresiasi kerja keras Tim 3. “KMA 1503 Tahun 2025 adalah peta jalan menuju madrasah yang lebih adaptif dan inovatif. Kurikulum yang baik tidak hanya mengatur jalannya pembelajaran, tetapi juga mengakomodasi pengembangan potensi siswa secara maksimal sesuai dengan amanat regulasi terbaru,” ujarnya di akhir kegiatan. (arf)