MAN 1 Bantul Perkuat Peran Siswa sebagai First Aider Kesehatan Mental

BANTUL (MAN 1 Bantul) – UPTD Puskesmas Bantul II menggelar Pelatihan First Aider dalam rangka Pertolongan Pertama pada Luka Psikologis (P3LP) di MAN 1 Bantul, Rabu (15/4/2026). Kegiatan ini melibatkan siswa lintas sekolah sebagai upaya memperkuat kepedulian terhadap kesehatan mental remaja.

Sebanyak 30 peserta mengikuti kegiatan ini, terdiri dari 20 siswa MAN 1 Bantul dan 10 siswa SMA 17 Bantul. Para peserta dipilih sebagai siswa dengan tingkat kepedulian tinggi terhadap lingkungan sekitar, sehingga diharapkan mampu menjadi agen perubahan di madrasah/sekolah masing-masing.

Pelatihan ini menjadi langkah strategis dalam merespons meningkatnya persoalan psikologis di kalangan remaja. Dalam kegiatan tersebut, peserta dibekali pemahaman sekaligus keterampilan dasar dalam memberikan pertolongan pertama kepada teman sebaya yang mengalami tekanan emosional, stres, maupun kondisi psikologis akibat peristiwa tertentu.

Melalui pendekatan Pertolongan Pertama pada Luka Psikologis (P3LP), siswa dilatih untuk mampu mendengarkan secara empatik tanpa menghakimi, memberikan dukungan emosional, serta membantu mengarahkan teman untuk mendapatkan bantuan lanjutan dari pihak yang lebih kompeten. Peran ini menjadikan siswa sebagai “First Aider” yang siap hadir di lingkungan sekolah.

Koordinator UKS sekaligus Guru BK MAN 1 Bantul, Candra Ade Pertiwi, menegaskan bahwa kegiatan ini tidak sekadar transfer pengetahuan, tetapi juga penguatan karakter kepedulian siswa.

“Pelatihan ini memberikan bekal nyata bagi siswa untuk lebih peka terhadap kondisi teman sebayanya. Harapannya, mereka tidak hanya memahami, tetapi juga mampu mengambil peran dalam memberikan dukungan awal,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala MAN 1 Bantul, Mafrudah, S. Ag., M .Pd.I., menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan yang diinisiasi oleh Puskesmas Bantul II tersebut.

“Kegiatan ini sangat penting dalam membentuk karakter siswa yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki empati dan kepedulian sosial. Kami berharap para peserta dapat menjadi pelopor dalam menghadirkan lingkungan madrasah yang saling mendukung dan peduli,” ungkapnya.

Lebih lanjut, kegiatan ini juga sejalan dengan penguatan budaya madrasah melalui nilai CADAS BERKELAS (Cerdas, Agamis, Demokratis, Adaptif, Smart, Berkarakter, Cinta Lingkungan, dan Anti Diskriminasi) yang terus diinternalisasikan di MAN 1 Bantul.

Dengan terselenggaranya pelatihan ini, diharapkan siswa memiliki kemampuan dasar dalam memberikan pertolongan pertama pada kondisi psikologis, sekaligus memperkuat lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan inklusif. (ad)