PENDEKATAN HUMANISTIK GURU BK MAN 1 BANTUL DENGAN SISTIM PENGENALAN SISWA SEBAGAI WUJUD BK PEDULI SISWA

Bantul (MAN 1 Bantul) – Program pendekatan personal kepada siswa kembali diperkuat di MAN 1 Bantul melalui inisiatif “Pengenalan Siswa Asuh” yang digagas oleh guru Bimbingan dan Konseling, Tri Yuliasih, S.Pd. Program ini mulai dilaksanakan pada Senin (20/4/2026) sebagai langkah strategis madrasah dalam membangun hubungan yang lebih dekat antara guru dan siswa, sekaligus memahami kebutuhan serta potensi mereka secara menyeluruh.

Melalui program ini, setiap siswa asuh mendapatkan pendampingan intensif dari guru BK dengan pendekatan dialogis dan humanis. Siswa diajak berbagi berbagai aspek kehidupannya, mulai dari latar belakang keluarga, kondisi sosial ekonomi, hingga dinamika keseharian yang dihadapi. Selain itu, program ini juga menggali cita-cita siswa, kebiasaan ibadah, pola belajar, serta prestasi yang pernah diraih, baik di bidang akademik maupun nonakademik.

Tri Yuliasih menjelaskan bahwa pendekatan ini bertujuan melihat siswa sebagai individu yang utuh, bukan sekadar peserta didik di dalam kelas. “Setiap anak memiliki cerita, potensi, dan tantangan masing-masing. Dengan mengenal mereka lebih dekat, kita dapat memberikan bimbingan yang lebih tepat, baik untuk pengembangan akademik maupun pembentukan karakter,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa program ini juga menjadi sarana deteksi dini terhadap berbagai permasalahan yang mungkin dihadapi siswa. Dengan demikian, madrasah dapat segera memberikan pendampingan yang sesuai, sehingga siswa merasa diperhatikan sekaligus memiliki ruang yang aman untuk berkembang.

Kepala MAN 1 Bantul, Mafrudah, S.Ag., M.Pd.I., menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan program tersebut. Menurutnya, Pengenalan Siswa Asuh merupakan implementasi nyata dari visi madrasah yang terangkum dalam tagline “Madrasah Cadas Berkelas.”

Ia menjelaskan bahwa “CADAS” merupakan akronim dari Cerdas, Agamis, Demokratis, Adaptif, dan Smart. Sementara itu, “BERKELAS” mencerminkan nilai Berkarakter, Kreatif, Lingkungan (bersih), Anti-kekerasan, dan Santun. Nilai-nilai tersebut menjadi fondasi dalam membentuk peserta didik yang unggul secara intelektual sekaligus kuat dalam karakter.

“Program ini sangat relevan dengan semangat Madrasah Cadas Berkelas. Kita ingin siswa MAN 1 Bantul tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga berakhlak mulia serta mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman,” ungkap Mafrudah.

Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara guru, siswa, dan orang tua dalam mendukung keberhasilan program. Dengan komunikasi yang baik, diharapkan proses pembinaan siswa dapat berjalan optimal dan berkelanjutan.

Program Pengenalan Siswa Asuh ini diharapkan mampu menciptakan lingkungan pendidikan yang lebih inklusif, ramah, dan suportif. Melalui pendekatan personal, MAN 1 Bantul berkomitmen mengembangkan potensi setiap siswa agar tumbuh menjadi generasi yang berprestasi, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan masa depan. (tya)