Bantul (MAN 1 Bantul) — Pelaksanaan Penerimaan Murid Baru Madrasah (PMBM) di MAN 1 Bantul pada Gelombang 1 menjadi momentum penting dalam menjaring calon peserta didik yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat serta selaras dengan nilai-nilai madrasah. Kegiatan ini dilaksanakan pada Senin–Selasa (20–21 April 2026), dengan salah satu aspek yang mendapat perhatian khusus, yaitu pelaksanaan wawancara yang melibatkan guru Bimbingan dan Konseling (BK) sebagai bagian dari tim seleksi.
Keterlibatan guru BK dalam tim wawancara memberikan warna tersendiri dalam proses seleksi. Guru BK, Tri Yuliasih, S.Pd., berperan aktif menggali potensi diri calon siswa, baik dari sisi kepribadian, motivasi belajar, kondisi psikologis, hingga latar belakang sosial. Pendekatan yang digunakan tidak hanya bersifat formal, tetapi juga komunikatif dan humanis, sehingga calon peserta didik merasa lebih nyaman dalam menyampaikan diri secara jujur dan terbuka.
Menurut Tri Yuliasih, wawancara menjadi sarana penting untuk memahami karakter siswa secara lebih utuh, yang tidak dapat diukur hanya melalui nilai akademik. “Melalui wawancara, kami dapat melihat sikap, cara berpikir, serta kesiapan emosional calon siswa dalam menghadapi lingkungan belajar di madrasah. Hal ini menjadi dasar penting dalam menilai kesesuaian mereka dengan kultur MAN 1 Bantul,” ungkapnya.
Kepala MAN 1 Bantul, Hj. Mafrudah, S.Ag., M.Pd.I., menyampaikan apresiasi terhadap peran guru BK dalam proses ini. Ia menilai kontribusi tersebut relevan dengan semangat yang diusung dalam tagline madrasah, yakni “Cadas Berkelas.”
“‘Cadas’ merupakan akronim dari Cerdas, Agamis, Demokratis, Adaptif, dan Smart. Nilai-nilai ini menjadi fondasi dalam membentuk peserta didik yang unggul dan berdaya saing. Sementara itu, ‘Berkelas’ mencerminkan karakter Berkarakter, Kreatif, cinta lingkungan, dan anti-diskriminasi. Guru BK memiliki peran penting dalam memastikan nilai-nilai tersebut mulai tampak pada diri calon peserta didik,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa proses wawancara tidak hanya sebagai alat seleksi, tetapi juga sebagai bagian dari upaya membangun sistem pendidikan yang inklusif dan berkeadilan. Dengan melibatkan guru BK, madrasah dapat lebih peka terhadap keberagaman latar belakang calon siswa serta memberikan kesempatan yang adil bagi setiap individu.
Pelaksanaan wawancara PMBM di MAN 1 Bantul juga dirancang secara sistematis dengan memperhatikan berbagai indikator penilaian, mulai dari aspek spiritual, sosial, hingga kesiapan akademik. Hal ini bertujuan untuk memperoleh gambaran menyeluruh mengenai profil calon peserta didik, sehingga madrasah dapat menentukan langkah pembinaan yang tepat sejak awal.
Antusiasme calon peserta didik dan orang tua tampak tinggi selama pelaksanaan wawancara. Banyak di antara mereka yang mengapresiasi pendekatan tim seleksi, khususnya peran guru BK yang dinilai mampu menciptakan suasana yang nyaman dan tidak menegangkan.
Dengan berakhirnya wawancara Gelombang 1 ini, MAN 1 Bantul berharap dapat menjaring generasi muda yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga matang secara emosional dan spiritual. Sinergi tim wawancara, khususnya peran strategis guru BK, menjadi salah satu kunci dalam mewujudkan visi madrasah sebagai lembaga pendidikan yang mencetak generasi “Cadas Berkelas” di masa depan. (tya)

