MAN 1 Bantul Ikuti Pelatihan Nasional KBC MOOC Pintar“Cadas Berkelas, Bergerak Bersama Mewujudkan Pendidikan Berbasis Cinta”

Bantul (MAN 1 Bantul) — Kementerian Agama Republik Indonesia melalui Badan Moderasi Beragama dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BMBPSDM) bersama Pusat Pengembangan Kompetensi (Pusbangkom) melaksanakan Launching dan Pelatihan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) berbasis MOOC Pintar secara nasional pada Selasa (22/4/2026). Kegiatan ini dibuka langsung oleh Menteri Agama Republik Indonesia, Nasaruddin Umar, dan diikuti oleh seluruh insan madrasah di Indonesia.

Program pelatihan berlangsung pada 22–28 April 2026, sementara pendaftaran peserta dibuka sejak 17–21 April 2026. Kegiatan ini mewajibkan guru, kepala madrasah, pengawas, tenaga kependidikan, serta seluruh pemangku kepentingan madrasah untuk mengikuti pembelajaran daring melalui platform MOOC Pintar sebagai bentuk penguatan implementasi pendidikan berbasis cinta di lingkungan madrasah.

Sebagai bagian dari madrasah yang aktif mendukung transformasi pendidikan, MAN 1 Bantul turut ambil bagian dalam pelatihan nasional tersebut dengan mengirimkan sebanyak 44 guru. Keikutsertaan ini menjadi bentuk komitmen MAN 1 Bantul dalam memperkuat budaya belajar yang humanis, inklusif, dan berkarakter.

Melalui semangat tagline CADAS BERKELAS, MAN 1 Bantul terus berupaya berkembang menjadi madrasah yang cerdas, adaptif, religius, dan berintegritas dalam menghadapi tantangan pendidikan masa kini.

Kepala MAN 1 Bantul, Hj. Mafrudah, S.Ag., M.Pd.I., menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya pelatihan tersebut. Menurutnya, Kurikulum Berbasis Cinta menjadi langkah strategis dalam membangun pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada akademik, tetapi juga pada penguatan karakter dan nilai kemanusiaan.

“Kurikulum Berbasis Cinta merupakan ikhtiar bersama untuk menghadirkan pendidikan yang menumbuhkan empati, toleransi, dan kepedulian. MAN 1 Bantul siap mendukung implementasi KBC melalui semangat CADAS BERKELAS, sehingga madrasah mampu melahirkan generasi yang unggul, berakhlak, dan memiliki kepedulian terhadap sesama maupun lingkungan,” ujarnya.

Melalui pelatihan ini, diharapkan seluruh peserta mampu memahami konsep dan implementasi Kurikulum Berbasis Cinta secara optimal sehingga dapat diterapkan dalam proses pembelajaran maupun budaya kerja di madrasah. Semangat kolaborasi dan transformasi pendidikan yang dibangun melalui KBC diharapkan menjadi fondasi lahirnya madrasah yang semakin maju, moderat, dan bermartabat. (agoes).