Perkuat Pembelajaran Literasi, Siswa MAN 1 Bantul Produksi Film Pendek pada Materi Drama

Bantul (MAN 1 Bantul) – Kreativitas dan kemampuan literasi siswa MAN 1 Bantul kembali ditunjukkan melalui proyek pembuatan film pendek dalam pembelajaran Bahasa Indonesia materi drama. Kegiatan yang melibatkan siswa kelas FD 1 sampai FD 4 tersebut menjadi salah satu bentuk pembelajaran berbasis proyek yang mengintegrasikan keterampilan literasi, kolaborasi, komunikasi, dan kreativitas.

Dalam kegiatan ini, setiap kelompok siswa membuat film pendek lengkap dengan poster film sebagai media promosi karya. Proses produksi dilakukan secara mandiri mulai dari penyusunan ide cerita, penulisan naskah drama, pembagian peran, pengambilan gambar, hingga proses penyuntingan video. Setelah film selesai diproduksi, seluruh karya dipublikasikan melalui kanal YouTube masing-masing kelompok.

Guru Bahasa Indonesia MAN 1 Bantul, Siti Maryam, S.Pd. menjelaskan bahwa proyek film pendek ini dirancang untuk memperkuat kemampuan literasi siswa secara menyeluruh. Siswa tidak hanya belajar memahami unsur drama secara teori, tetapi juga mengimplementasikannya secara nyata melalui karya audio visual.

“Melalui proyek ini, siswa belajar menulis naskah, memahami karakter tokoh, menyusun dialog, berlatih komunikasi, sekaligus mengembangkan kreativitas dan kemampuan bekerja sama dalam tim,” ujarnya.

Setelah seluruh film dipublikasikan, kegiatan dilanjutkan dengan apresiasi karya melalui sesi menonton bersama di kelas. Pada sesi tersebut, siswa memberikan penilaian antarkelompok terkait alur cerita, akting, kreativitas pengambilan gambar, kesesuaian tema, hingga pesan moral yang disampaikan dalam film pendek.

Suasana pembelajaran berlangsung antusias dan penuh semangat. Para siswa tampak aktif memberikan apresiasi, masukan, serta tanggapan terhadap karya teman-temannya. Kegiatan ini sekaligus menjadi sarana membangun budaya literasi yang menyenangkan dan bermakna di lingkungan madrasah.

Kepala MAN 1 Bantul, Mafrudah, S.Ag., M.Pd.I., mengapresiasi inovasi pembelajaran yang dilakukan dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia tersebut. Menurutnya, pembelajaran berbasis proyek mampu memberikan ruang bagi siswa untuk mengembangkan potensi diri secara lebih optimal.

“Pembelajaran tidak hanya berorientasi pada teori, tetapi juga memberi pengalaman nyata kepada siswa untuk berkarya, berkolaborasi, dan berani mengekspresikan ide secara kreatif. Kegiatan seperti ini sangat baik untuk memperkuat literasi dan karakter peserta didik,” tutur Mafrudah.

Melalui proyek film pendek ini, MAN 1 Bantul terus mendorong terciptanya pembelajaran yang aktif, inovatif, dan relevan dengan perkembangan zaman sekaligus memperkuat budaya literasi digital di kalangan siswa.

MAN 1 Bantul, Madrasah CADAS BERKELAS: Cerdas, Agamis, Demokratis, Adaptif, Smart, Berkarakter, Cinta Lingkungan, dan Anti Diskriminasi. (Mry)