BANTUL (MAN 1 Bantul) – Suasana Rabu pagi (20/5/2026) di gerbang MAN 1 Bantul tampak berbeda dari biasanya. Bertepatan dengan peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-118, Kepala Madrasah bersama jajaran guru dan pegawai yang mengenakan seragam batik Korpri berbaris rapi menyambut kedatangan para siswa. Kehadiran mereka bukan sekadar rutinitas, melainkan bentuk nyata dalam menghidupkan semangat kebangkitan nasional melalui penerapan budaya 5S (Senyum, Salam, Sapa, Sopan, Santun).
Kepala MAN 1 Bantul, Mafrudah, S.Ag., M.Pd.I., menjelaskan bahwa semangat Harkitnas memiliki keterkaitan erat dengan penerapan budaya 5S di lingkungan madrasah.
“Hubungan antara momentum Hari Kebangkitan Nasional dan budaya 5S terletak pada upaya membangun karakter bangsa. Jika Harkitnas menjadi momentum untuk menumbuhkan kembali rasa nasionalisme dan cinta tanah air, maka budaya 5S merupakan bentuk nyata penerapan karakter disiplin, pelayanan, dan keharmonisan dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa semangat persatuan yang menjadi ruh Harkitnas dapat diwujudkan melalui kebiasaan sederhana, seperti senyum, salam, dan sapa yang hangat. Menurutnya, budaya tersebut mampu menghilangkan sekat sosial di lingkungan madrasah serta menciptakan suasana yang inklusif dan penuh semangat kebersamaan.
“Di era modern saat ini, kebangkitan bangsa membutuhkan sumber daya manusia yang unggul, tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki etika dan karakter yang baik. Budaya 5S menjadi dasar penting dalam membentuk kedisiplinan, kepedulian, dan profesionalisme,” tambahnya.
Wakil Kepala Madrasah Bidang Kurikulum, Bin Umaryati, S.Pd., juga menyampaikan bahwa kebangkitan nasional harus dimulai dari lingkungan terkecil, termasuk madrasah, melalui pembiasaan akhlakul karimah.
“Hari Kebangkitan Nasional tidak boleh hanya menjadi kegiatan seremonial tahunan. Di MAN 1 Bantul, momentum ini kami maknai sebagai upaya membangkitkan karakter unggul generasi muda. Budaya 5S menjadi fondasi penting untuk membentuk siswa yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki etika dan kepedulian sosial,” tuturnya.
Senada dengan hal tersebut, guru Bahasa Indonesia MAN 1 Bantul, Nur Khasanah, S.Pd., mengaku bangga dapat terlibat langsung dalam kegiatan penyambutan siswa di gerbang madrasah.
“Menyambut siswa dengan senyum, salam, dan sapa memberikan energi positif bagi kami sebagai pendidik. Interaksi sederhana seperti ini mampu menciptakan kedekatan emosional antara guru dan siswa. Budaya sopan santun yang dibangun setiap hari menjadi cara kami menanamkan nilai-nilai luhur bangsa kepada generasi muda,” ungkapnya.
Respons positif juga datang dari kalangan siswa. Fazia Nur Hasana dari kelas XI FD 1 mengaku merasa lebih termotivasi ketika disambut hangat oleh para guru di pagi hari.
“Melihat Bapak dan Ibu guru menyambut kami dengan senyuman di gerbang membuat suasana madrasah terasa lebih nyaman dan menyenangkan. Kami jadi lebih semangat untuk belajar. Sikap sopan santun kepada guru juga menjadi cara sederhana bagi kami untuk meneruskan semangat Hari Kebangkitan Nasional,” ujarnya.
Melalui sinergi antara budaya 5S dan semangat Harkitnas, MAN 1 Bantul berharap dapat terus mencetak generasi yang unggul, berkarakter, dan mampu membangun harmoni sosial di tengah masyarakat. Kegiatan ini juga sejalan dengan tagline MAN 1 Bantul yang terus disosialisasikan, yaitu CADAS BERKELAS (Cerdas, Agamis, Demokratis, Adaptif, Smart, Berkarakter, Cinta Lingkungan, dan Anti Diskriminasi). (Chr).

