Jadikan Institusi Pendidikan yang Humanis, MAN 1 Bantul Gelar Uji Publik Kurikulum

BANTUL (MAN 1 Bantul) — Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Bantul sukses menggelar agenda Uji Publik Kurikulum di Aula Madrasah pada Selasa (26/5/2026). Langkah strategis ini diambil sebagai bentuk komitmen madrasah dalam menyelaraskan arah pendidikan dengan kebijakan pusat yang relevan dan kontekstual.

Hadir sebagai narasumber utama, Kepala Bidang Pendidikan Madrasah Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi DI Yogyakarta, Sidiq Pramono, S.Ag., M.S.I. Dalam paparannya, beliau menekankan bahwa Asta Protas (Delapan Program Prioritas) Kementerian Agama merupakan arah kebijakan strategis yang secara langsung membentuk wajah kurikulum madrasah saat ini.

“Hubungan utamanya terletak pada transformasi madrasah menjadi institusi pendidikan yang humanis, inklusif, dan berwawasan lingkungan, sejalan dengan program nasional,” ujar Sidiq Pramono di hadapan para peserta uji publik.

Dalam pengembangan kurikulum di MAN 1 Bantul, terdapat empat bentuk konkret dari hubungan dan implementasi Asta Protas yang diintegrasikan ke dalam sistem pembelajaran.

Pertama, Pengembangan Kurikulum Berbasis Cinta. Kebijakan ini menekankan pentingnya memasukkan nilai-nilai penghargaan terhadap perbedaan, toleransi, dan cinta kemanusiaan ke dalam mata pelajaran. Tujuannya adalah untuk membentuk karakter siswa yang memiliki kepedulian sosial yang tinggi. Kedua, Penguatan Ekoteologi. Kurikulum madrasah kini diintegrasikan secara mendalam dengan kesadaran dan pelestarian lingkungan hidup. Melalui pilar ini, pemahaman agama dikawinkan langsung dengan pendidikan peduli alam dan ekologi. Ketiga, Pembelajaran Ramah Anak dan Anti-Bullying. Menjadikan nilai-nilai inklusivitas dan moderasi beragama sebagai instrumen utama. Hal ini diterapkan langsung dalam tata kelola serta budaya belajar harian di madrasah guna menciptakan ruang aman bagi siswa. Keempat, Adaptasi Digital dan Inovasi. Memastikan kurikulum mampu memadukan nilai-nilai humanis dengan pembelajaran berbasis teknologi modern. Dengan begitu, madrasah tidak hanya mencetak generasi berakhlak mulia, tetapi juga lulusan yang berdaya saing global.

Melalui uji publik ini, MAN 1 Bantul diharapkan mampu melahirkan kurikulum yang dinamis, tidak hanya fokus pada capaian akademik, tetapi juga peka terhadap perkembangan zaman, kelestarian lingkungan, dan kemanusiaan.

Menanggapi arahan dari Kanwil Kemenag DIY, berbagai elemen di MAN 1 Bantul memberikan respons positif dan menyatakan kesiapannya dalam mengawal kurikulum baru ini.

Kepala MAN 1 Bantul, Mafrudah, S.Ag., M.Pd.I., siap mengusung Asta Protas ke dalam Kurikulum MAN 1 Bantul.

“Kami siap mengintegrasikan Asta Protas ini ke dalam setiap lini pembelajaran. Bagi kami, kurikulum bukan sekadar dokumen di atas kertas, melainkan panduan hidup untuk membentuk ekosistem madrasah yang aman, ramah anak, dan hijau. Kami ingin memastikan setiap anak yang belajar di sini merasa dicintai dan siap menghadapi era digital tanpa kehilangan identitas religiusnya,” tutur Mafrudah.

Sementara itu, Wakil Kepala Madrasah Bidang Kurikulum, Bin Umaryati, S.Pd., menegaskan, “Tantangan terbesar sekaligus paling menarik adalah pada poin Ekoteologi dan Kurikulum Berbasis Cinta. Sebagai guru, kami harus lebih kreatif menyelipkan pesan-pesan pelestarian alam dan toleransi ke dalam materi harian, bukan sekadar teori. Gerakan anti-bullying juga akan kami perketat lewat pendekatan konseling yang lebih humanis.”

Alfian, Ketua OSIM MAN 1 Bantul juga menyambut baik kurikulum MAN 1 Bantul.

“Kami sebagai siswa sangat senang dengan fokus kurikulum yang ramah anak dan adaptasi digital ini. Rasanya jadi lebih tenang belajar kalau lingkungan madrasah benar-benar bebas dari bullying. Ditambah lagi, pemanfaatan teknologi dalam belajar bikin suasana kelas jadi tidak membosankan dan lebih seru,” kata Ketua OSIM.

Pengembangan kurikulum ini bertujuan untuk menyukseskan program “Kemenag Berdampak”. Ilmu yang didapatkan siswa di madrasah diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata dan positif bagi masyarakat luas. Kegiatan seperti ini tentunya sejalan dengan tagline MAN 1 Bantul yang sedang gencar disosialisasikan, yaitu CADAS BERKELAS (Cerdas, Agamis, Demokratis, Adaptif, Smart, Berkarakter, Cinta Lingkungan, dan Anti Diskriminasi). (chr)