Inovatif, Tim Elit MAN 1 Bantul ‘Take Video’ Lomba Mrantasi CBP Rupiah di Kelas E2

BANTUL (MAN 1 Bantul) — Guna mengasah kreativitas dan meningkatkan literasi keuangan sejak dini, Tim Elit MAN 1 Bantul melakukan proses pengambilan video (take video) di ruang kelas E2 pada Selasa (26/5/2026). Pembuatan konten video edukatif ini ditujukan untuk keikutsertaan madrasah dalam ajang bergengsi Lomba Mrantasi CBP (Cinta, Bangga, dan Paham) Rupiah.

Proses produksi video tersebut berjalan dengan sangat terstruktur menggunakan perangkat digital yang memadai. Melalui sudut pandang kamera gawai pintar (smartphone) yang dipasang stabil pada sebuah tripod di bagian belakang, terlihat suasana kelas E2 yang kondusif. Di depan kelas, seorang guru Toni Poerwanti, S.Pd., M.Pd. memberikan pemaparan materi literasi. Di latar belakangnya, sebuah layar proyektor menampilkan materi presentasi utama bertajuk “Sehari Tanpa Rupiah”. Sementara itu, para siswa-siswi yang mengenakan seragam putih tampak duduk dengan rapi di bangku masing-masing, berpartisipasi aktif sebagai audiens sekaligus pemeran dalam skenario video kejuaraan tersebut.

Menanggapi langkah kreatif yang diambil oleh Tim Elit ini, Kepala MAN 1 Bantul memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya. Beliau menegaskan bahwa partisipasi aktif dalam lomba literasi keuangan nasional ini merupakan perwujudan konkret dari tagline kebanggaan madrasah, yaitu “Cadas Berkelas” (Cerdas, Agamis, Demokratis, Adaptif, Smart; Berkarakter, Cinta Lingkungan, dan Anti Diskriminasi).

​”Inovasi yang diinisiasi oleh Tim Elit dalam memproduksi video kompetisi ini membuktikan bahwa anak-anak kita adalah pribadi yang Cerdas dan Smart. Melalui tema Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah, para siswa diajak untuk bersikap Adaptif terhadap perkembangan sistem perekonomian modern, sekaligus menanamkan jiwa yang Berkarakter nasionalis, yakni menghargai mata uang rupiah sebagai salah satu simbol kedaulatan negara,” tutur Kepala MAN 1 Bantul.

Beliau juga menambahkan bahwa proses pembuatan proyek video yang melibatkan kerja kelompok antarsiswa ini menumbuhkan ikatan sosial yang sehat di lingkungan sekolah.

​”Kolaborasi di dalam ruang kelas E2 mencerminkan ekosistem belajar yang Demokratis dan Anti Diskriminasi, di mana seluruh siswa memiliki kesempatan yang sama untuk berkarya, mengekspresikan ide, dan berkontribusi tanpa membeda-bedakan kemampuan satu sama lain. Selain itu, penggunaan uang digital maupun edukasi bijak rupiah yang disisipkan nilai kejujuran mencerminkan pilar yang Agamis. Kondisi ruang kelas yang tetap bersih dan tertata selama proses syuting juga membuktikan komitmen warga madrasah terhadap habituasi Cinta Lingkungan,” pungkas Kepala MAN 1 Bantul.

Melalui persiapan dan pengambilan video yang matang oleh Tim Elit di kelas E2 ini, karya MAN 1 Bantul diharapkan mampu meraih hasil maksimal dalam ajang Lomba Mrantasi CBP Rupiah, sekaligus terus mengukuhkan nama madrasah di kancah nasional sebagai institusi yang unggul dan berkelas. (ska)